Pemerintah terus mempersiapkan implementasi tabung Compressed Natural Gas (CNG) 3 Kg sebagai alternatif energi untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG yang terus membebani kebutuhan energi nasional.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, mengatakan uji coba tabung CNG 3 Kg ke masyarakat akan dilakukan di Jakarta sebagai proyek percontohan atau pilot project setelah seluruh rangkaian pengujian selesai dilakukan.
Namun, hingga pertengahan Agustus 2026, progres program tersebut masih berada pada tahap pengujian. Padahal, sebelumnya, uji coba CNG disebut akan mulai berjalan pada bulan ini.
Yuliot menjelaskan, tabung CNG 3 Kg saat ini masih menjalani serangkaian pengujian di Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas). Pengujian tersebut mencakup aspek keamanan tabung, termasuk ketahanan material serta proses pengisian gas.
"Jadi untuk uji coba ini untuk di Lemigas itu kan berlangsung terus, ini dari pengisian dan juga dari sisi ketahanan. Yang mudah-mudahan ini kalau ini pengujian sudah selesai ini akan bisa diimplementasikan, ini mungkin pilot project dulu di Jakarta," ungkapnya dalam gelaran Indonesia Sustainable Energy Week di Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Selain memastikan keamanan tabung, pemerintah juga menyiapkan infrastruktur pasokan gas yang akan digunakan sebagai bahan baku CNG.
Yuliot menyebut pemerintah telah memetakan sejumlah fasilitas pendukung, salah satunya berada di Pasuruan, Jawa Timur.
"Yang ini dari sumbernya kita juga ada kilang mini yang kita kembangkan. Jadi ada yang di Pasuruan ada di beberapa daerah. Jadi untuk persiapan CNG-nya pun ya kita secara paralel sudah siapkan di kementerian ESDM," lanjutnya.
Terkait fasilitas yang berada di Pasuruan, Kementerian ESDM sebelumnya, memang telah meresmikan Kilang Mini LNG milik PT Liquid Nusantara Gas di Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Jawa Timur pada Rabu (11/2/2026).
Kilang ini menjadi kilang mini LNG pertama di Pulau Jawa yang diharapkan dapat memperkuat pemanfaatan gas bumi domestik sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.
Kilang Mini LNG tersebut memanfaatkan pasokan gas dari Wilayah Kerja Minyak dan Gas Madura Strait yang dikelola Husky-CNOOC Madura Limited (HCML).
Baca Juga: CNG 3 Kg Pengganti LPG Segera Diuji Coba ke Masyarakat, Bahlil: Minggu Depan
Baca Juga: CNG 3 Kg Diuji Coba Pekan Depan, Jawa Barat Jadi Kandidat Lokasi Awal
Gas kemudian diolah menjadi LNG agar lebih mudah disimpan (CNG) dan didistribusikan ke berbagai sektor, mulai dari pembangkit listrik, kawasan industri, hingga pusat pertumbuhan ekonomi.
Dengan nilai investasi sekitar Rp247 miliar, fasilitas ini dirancang memiliki kapasitas produksi sekitar 20 ton LNG per hari atau hampir 7.000 ton per tahun.
Melalui pengembangan CNG 3 Kg dan dukungan infrastruktur gas, pemerintah berharap pemanfaatan gas bumi dalam negeri dapat semakin luas sekaligus mengurangi tekanan impor LPG yang selama ini menjadi salah satu tantangan sektor energi nasional.





