PAKAR Puji Respons Cepat Polri dalam Menangani Gempa NTT

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Pemantau Kinerja Aparatur Untuk Keadilan Rakyat (PAKAR) menyoroti kinerja aparat kepolisian dalam merespons dampak gempa bumi bermagnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ketua PAKAR Ikhwan Andi Aziz mengatakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama jajaran telah bekerja maksimal dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.

BACA JUGA: Kapolri Tinjau Lokasi Terdampak dan Serahkan Bantuan di Manggarai Flores

"Dapat dilihat dari keberadaan Kapolri yang berada di tengah-tengah warga terdampak gempa," kata Ikhawan Andi Aziz pada Rabu (19/8).

Diketahui, Kapolri mengerahkan ratusan personel Bawah Kendali Operasi (BKO) ke Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membantu penanganan serta pemulihan masyarakat terdampak gempa M 7,7.

BACA JUGA: Infinix GT 50 Pro Jadi Official Tournament Device Kapolri Cup 2026, Diikuti 6.166 Tim dari 37 Provinsi

Polri juga menyiagakan sejumlah armada udara untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses melalui jalur darat. Armada tersebut diprioritaskan untuk mengangkut kebutuhan logistik sekaligus melakukan pemantauan dari udara.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, Kapolri memastikan pasokan logistik terus disalurkan. Bantuan tersebut berasal dari polda-polda jajaran dengan total mencapai 247,66 ton.

BACA JUGA: Puji KSAD dan Kapolri, Prabowo: Layak di Puncak karena Prestasi

"Ini membuktikan Kapolri hadir di tengah masyarakat," ujarnya.

Ikhwan juga menilai Kapolri dan jajaran mampu memanfaatkan waktu secara optimal dalam penanganan bencana sejak gempa terjadi pada Sabtu (15/8/2026).

Bantuan logistik dan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak gempa di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT, juga telah disalurkan.

"Kapolri dan jajaran melakukan manajemen waktu dengan sangat baik," tambahnya.

Sementara itu, Basarnas menyampaikan perkembangan terbaru penanganan gempa NTT. Hingga hari ketiga, jumlah korban yang tercatat mencapai 202 orang.

"Sampai dengan hari ketiga kemarin, pukul 23.30 WIB, telah kami kompulir, total korban adalah 202 orang, meninggal dunia 70 orang dan luka-luka 132 orang," kata Direktur Operasi Basarnas, Laksma TNI Yudhi Bramantyo, dalam konferensi pers, Selasa (18/8).

Dari 132 korban luka tersebut, sebanyak 40 orang mengalami luka berat dan 92 orang mengalami luka ringan. Petugas Basarnas masih melakukan penyisiran di sejumlah lokasi terdampak.

"Operasi yang kita lakukan hanya tinggal penyisiran karena berdasarkan laporan atau masukan data dari para korban tidak ada lagi saudara-saudara mereka, tetangga, rekan yang tercatat masih dalam pencarian," ujar Yudhi.

Basarnas juga membantu penguatan tim pemulihan medis, terutama di wilayah yang sulit dijangkau seperti Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur.

"Hari ini kami turut membantu perkuatan tim kesehatan sesuai arahan Bapak Menkes, khususnya di daerah terdampak cukup besar dan sulit dijangkau, seperti di Lamba Leda," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan adanya perbedaan data korban luka dari Basarnas dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Jumlah korban luka-luka berdasarkan data Kementerian Kesehatan adalah 1.182 orang. Namun, perbedaan data tak perlu dipermasalahkan karena memang dasar perhitungannya yang berbeda," kata Berton.

Menurut Berton, Basarnas mencatat korban luka berdasarkan orang yang ditemukan dalam penanganan lapangan. Sementara itu, data Kemenkes berdasarkan jumlah warga yang mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan.

"Akan ada sedikit perbedaan data luka-luka, dan ini tidak menjadi polemik," katanya. (cuy/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Soal Isu Penerbitan Surpres Penggantian Kapolri, Mensesneg Prasetyo Bilang Begini


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
4 Perairan di Kalsel Waspada Gelombang Tinggi 2,5 Meter
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Presiden Prabowo Puas dengan Kinerja Danantara
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
TNI AL Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT dengan KRI Bung Hatta-370
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kebakaran Hutan Terparah di Belgia dalam Sejarah Modern Mendekati Jerman, 600 Orang Dievakuasi 
• 12 jam laluerabaru.net
thumb
Pascagempa, Pelindo Percepat Proses Pemulihan Pelabuhan di NTT
• 5 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.