Suara Warga Tanggapi Aksi Mahasiswa Demo BEM UI di Bundaran HI

disway.id
22 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Sejumlah warga menanggapi aliansi mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa 18 Agustus 2026.

Mereka menyampaikan delapan tuntutan terhadap Pemerintah.

Demo yang dilaksanakan di kawasan objek vital, perkantoran dan sentra ekonomi tersebut mendapat tanggapan dari masyarakat, pedagang hingga ojol.

Salah satunya adalah Diki seorang karyawan swasta. Ia mendukung adanya unjuk rasa mahasiswa yang menyampaikan aspirasi.

"Saya sih mendukung dengan adanya demo ini ya, demo untuk mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah ya. Tapi alangkah baiknya demo itu jangan di objek vital. Karena demo itu sudah ada tempatnya, kayak DPR gitu," kata Diki saat diwawancarai, Rabu, 19 Agustus 2026.

BACA JUGA:Ketika Fathimah BEM UI Menangis karena Prihatin Kondisi Rakyat yang Dijajah Pemerintah Sendiri

Menurut Diki, demonstrasi seharusnya langsung disampaikan ke tempat target sasaran. Sehingga, tidak mengganggu masyarakat yang memang melaksanakan aktivitas sehari-hari.

"Karena objek vital itu mengganggu kemacetan dan penutupan jalan. Dan itu juga mengganggu transportasi umum juga. Itu aja sih, sebaiknya jangan di objek vital kayak Bundaran HI itu. Lebih baik di DPR, depan DPR seperti biasa kawan-kawan mahasiswa yang lakukan." paparnya.

Senada, Farhan seorang pedagang juga mengaku dampak dari adanya kegiatan tersebut. Ia merasakan dampak yang luar biasa akibat kemacetan yang terjadi.

"Kalau yang ke arah ke macet itu sebenarnya ngeganggu banget, kalau yang ada dalam hal kita apa, urgent banget gitu kan, yang jalur cepat kan harusnya kan kita lewat Bundaran HI. Jadi kita muternya lewat Senayan, lebih jauh lagi, gitu," ucapnya.

BACA JUGA:Fathimah BEM UI Sentil HUT ke-81 RI: Apakah Rakyat Indonesia Benar-Benar Sudah Merdeka?

Sedangkan, Pengemudi Ojek Online (Ojol) Andi, mengungkapkan bahwa, kemacetan akibat demo tersebut sangat berdampak dengan mata pencahariannya sehari-hari.

"Ya kalau kami sebagai driver ojol sebenarnya merasakan sekali dampaknya. Karena jalanan kan tempat utama kami bekerja. Kalau jalannya ditutup kami jadi kesulitan untuk melakukan penjemputan atau pengantaran," ujarnya.

Ia menjelaskan, ketika berlangsungnya demo jalanan ditutup.

"Pas kemarin demo itu, ampun deh. Jalanan dimana mana ditutup. Macet jadi dimana mana. Padahal wilayah HI itu biasanya salah satu titik pusat orderan paling banyak. Dan itu ladang rezeki kami," tambahnya.

  • 1
  • 2
  • 3
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BP BUMN dan Danantara Bidik Transformasi Transportasi Nasional untuk Tingkatkan Layanan Masyarakat
• 2 jam lalupantau.com
thumb
TNI Tegaskan Aceh Kondusif Usai Kericuhan Hari Damai: Aceh Adalah Indonesia!
• 17 menit lalurctiplus.com
thumb
Apakah Seluruh Motor Penggerak Ekonomi Macet? Pernyataan Langka, Perdana Menteri Li Qiang Akui Kurangnya Permintaan Domestik Tiongkok 
• 4 jam laluerabaru.net
thumb
Apakah Peringatan Maulid Nabi 2026 Ada Long Weekend dan Cuti Bersama? Cek Jangan sampai Salah
• 1 jam laludisway.id
thumb
Populer Ekonomi: Perputaran Ekonomi Rp1 Triliun dari 105 Event hingga Harga Emas Turun
• 9 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.