Iran Akan Balas Serangan Serupa Jika AS Gunakan Senjata Nuklir

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Teheran: Anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Iran Fada Hossein Maleki menanggapi klaim media mengenai kemungkinan serangan nuklir Amerika Serikat (AS) terhadap negaranya.

Maleki mengatakan bahwa Teheran akan memberikan balasan setimpal jika AS menggunakan senjata nuklir terhadap Iran. Dia menyampaikan hal tersebut dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Iran, Khabar Online.

Saat ditanya mengenai seberapa besar kemungkinan serangan nuklir AS terhadap Iran, Maleki berkata:

"Saya tidak menutup kemungkinan adanya tindakan gegabah oleh (Presiden AS Donald) Trump, namun menurut saya dia tidak akan berani melakukan hal tersebut, karena tindakan semacam itu dapat menjerumuskan dunia ke dalam perang yang berbahaya,” tegas Maleki, seperti dikutip dari Anadolu, Rabu 19 Agustus 2026.

"Jika tindakan semacam itu dilakukan, Republik Islam Iran juga akan membalas, dan reaksinya akan sepadan dengan jenis senjata yang digunakan terhadap Iran," tambah Maleki.

Ketika didesak apakah hal ini berarti Iran akan menggunakan senjata nuklir jika AS menyerang Iran dengan senjata tersebut, Maleki menjawab: "Apa pun yang digunakan AS, Iran akan menanggapinya."

Maleki tidak secara eksplisit menyatakan bahwa Iran memiliki senjata nuklir.

Anggota parlemen tersebut juga memperingatkan Washington agar tidak melakukan tindakan militer lebih lanjut, seraya mengatakan bahwa Iran memiliki "berbagai opsi" dan setiap langkah AS dapat memicu respons "pada tingkat yang sama atau bahkan lebih tinggi."

"Banyak senjata dan kemampuan militer Iran yang belum diungkap ke publik," ujar Maleki, seraya berargumen bahwa Teheran telah beralih dari sikap defensif menuju apa yang ia sebut sebagai "pencegahan aktif dan ofensif."

Beralih ke pembahasan mengenai perundingan Teheran-Washington yang sedang macet, Maleki menuduh Trump gagal memenuhi komitmen dalam nota kesepahaman antara kedua belah pihak.

Ia mengatakan, Iran tidak akan kembali ke meja perundingan kecuali Washington mematuhi komitmen sebelumnya, seraya menambahkan bahwa masalah-masalah seperti Selat Hormuz tidak akan terselesaikan jika hal itu tidak dilakukan.

Maleki menyatakan bahwa pembicaraan Iran dengan Oman merupakan jalur bilateral yang terpisah, dan menambahkan bahwa Teheran menolak keterlibatan AS dalam diskusi tersebut.

Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman pada pertengahan Juni dengan mediasi Pakistan, yang bertujuan untuk mengakhiri konflik mereka dan membuka jalan bagi perundingan menuju kesepakatan akhir.

Pembicaraan sejak saat itu terhenti di tengah perselisihan mengenai pelaksanaan nota kesepahaman tersebut, termasuk isu-isu yang berkaitan dengan Selat Hormuz.

Ketegangan terkini ini menyusul permusuhan yang berlangsung selama berbulan-bulan sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu Teheran untuk melakukan pembalasan terhadap target-target serta aset AS dan Israel di seluruh kawasan tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Info Cuaca 19 Agustus: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Jakarta
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Purbaya Blak-blakan Soal Penarikan Pajak Baru di 2027
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Habib Aboe Bersama BKSAP Mendalami Posisi Batam sebagai Hub AI & Data Center ASEAN
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
Nekat Temui Dedi Mulyadi demi Lunasi Tagihan RS Rp166 Juta, Ibu Ini Justru Dapat Teguran Keras
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Jadwal Samdech Thipadei Cup 2026 Hari Ini: Timnas Voli Indonesia Lawan Kamboja
• 13 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.