PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat porsi pembiayaan mobil listrik atau electric vehicle (EV) melalui PT BCA Finance telah mencapai sekitar 15%-20% dari total pembiayaan kendaraan perseroan. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang masih berada di kisaran 7%.
Presiden Direktur BCA Finance Petrus Karim mengatakan peningkatan porsi pembiayaan EV sejalan dengan perubahan tren penjualan kendaraan dan bertambahnya pilihan kendaraan berteknologi elektrifikasi di pasar Indonesia.
“Jadi kalau di BCA, kita punya portofolio untuk mobil EV lah katakan, itu sudah mendekati 15-20 persen antara itu,” ujar Petrus dalam Konferensi Pers BCA Expo 2026 di Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Menurut Petrus, pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik kini lebih tinggi dibandingkan kendaraan dengan teknologi internal combustion engine (ICE).
“Kalau tahun sebelumnya, kebetulan kita baru mulai untuk EV, agak terlambat dibanding negara yang lain. Sebelumnya, kita itu baru ada sekitar 7%. Jadi pertumbuhannya betul yang disampaikan OJK, pertumbuhan EV lebih besar daripada pertumbuhan ICE,” katanya.
Petrus mengatakan perubahan tersebut tidak hanya terjadi pada kendaraan listrik berbasis baterai. Produsen otomotif juga semakin banyak menawarkan kendaraan hybrid dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) dengan beragam model dan merek.
“Untuk mobil dan motor kita sama-sama tahu kita dalam periode perubahan nih. Ada perubahan apa ya bilangnya ya, style lah ya atau jenisnya, dari tadinya internal combustion engine (ICE) singkatnya, menjadi hybrid, menjadi EV gitu kan ya. Atau PHEV ya, plug-in hybrid,” ujarnya.
Pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik juga tercermin pada industri multifinance. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyaluran pembiayaan kendaraan listrik oleh perusahaan multifinance mencapai Rp24,60 triliun pada Juni 2026.
Baca Juga: BCA Siap Implementasikan KKI, Bisa Jadi Sumber Dana QRIS
Baca Juga: BCA Genjot Penyaluran Kredit Konsumer, Jajakan KPR Hingga KKB ke 7 Kota
Nilai tersebut tumbuh 34,70% secara tahunan (year-on-year/YoY). Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman memperkirakan pembiayaan kendaraan listrik masih akan tumbuh positif hingga akhir tahun.
"Pada Juni 2026, penyaluran pembiayaan kendaraan listrik oleh multifinance tumbuh 34,70% yoy menjadi Rp24,60 triliun dan diperkirakan dapat tumbuh positif hingga akhir 2026," katanya dalam lembar jawaban tertulis.
Sejalan dengan perkembangan pasar kendaraan elektrifikasi, BCA Expo 2026 menghadirkan 28 merek mobil. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya yang umumnya melibatkan sekitar 20-21 merek.





