HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Proses pembangunan Stadion Sudiang oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Kota Makassar berpotensi terhalang. Itu disebabkan masih ada lahan bermasalah di lokasi pembangunannya.
Pembangunan Stadion Sudiang di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, masih menghadapi persoalan lahan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) hingga kini belum memastikan penganggaran ganti rugi lahan senilai Rp18 miliar meski putusan pengadilan terkait perkara tersebut telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sulsel, Reza Faisal Saleh, mengatakan pihaknya masih melakukan kajian terkait rencana pembayaran tersebut.
“Masih sementara kita kaji, nanti kita lihat karena masih dalam pembahasan,” kata Reza, Senin, 17 Agustus.
Ia menjelaskan, persoalan tersebut perlu dikaji lebih lanjut mengingat lahan yang dimaksud saat ini tercatat telah bersertifikat milik Pemprov Sulsel. Sehingga, pada APBD 2026 belum teralokasi pembayaran ganti rugi lahan sejumlah Rp18 miliar.
“Kan kita melihat sementara itu sudah bersertifikat Pemprov,” kata Reza.
Terkait kemungkinan penganggaran melalui APBD Perubahan 2026, Reza belum memberikan kepastian. Ia menyebut keputusan tersebut masih menunggu hasil kajian. “Nanti kita lihat,” katanya.
Dengan demikian, untuk sementara pembayaran ganti rugi lahan tersebut belum masuk dalam penganggaran Pemprov Sulsel.
Sebelumnya, pembangunan tribun selatan Stadion Sudiang sempat tersendat akibat persoalan lahan. Pemprov Sulsel masih memiliki kewajiban pembayaran kepada pihak yang memenangkan gugatan terkait lahan tersebut.
Persoalan ini bahkan sempat menghambat pekerjaan konstruksi, terutama di area tribun selatan, setelah pihak yang mengklaim lahan melakukan aksi protes hingga menyebabkan kontraktor beberapa kali menghentikan pekerjaan.
Meski terkendala lahan, pembangunan stadion yang diproyeksikan menjadi markas baru PSM Makassar tersebut terus berjalan. Hingga saat ini, progres pengerjaan Stadion Sudiang telah mencapai hampir 15 persen.
Anggota Komisi D DPRD Sulsel, Sultan Tajang, meminta Pemprov Sulsel segera menyelesaikan persoalan lahan agar pembangunan stadion dapat berjalan sesuai target.
“Kami akan koordinasikan dengan dinas yang bersangkutan, terutama terkait masalah lahan tersebut. Kita kejar progresnya bagaimana stadion ini bisa selesai,” kata Sultan.
Ia menegaskan DPRD Sulsel akan terus mengawal pembangunan Stadion Sudiang, termasuk rencana pengembangan fasilitas pendukung seperti masjid, area parkir, dan fasilitas olahraga lainnya.
“DPRD Sulsel pasti ikut mengawal, karena di situ ada beberapa perencanaan pembangunan pemprov. Tapi kita dahulukan mengetahui sejauh mana upaya pemprov menyelesaikan masalah lahan yang diakui masyarakat,” jelasnya.(edo-uca)





