Appi Tinjau SPAM Cambaya, Pemkot Makassar Siapkan 13 Titik Baru Hadapi Kemarau

terkini.id
3 jam lalu
Cover Berita

Terkini, Makassar — Pemerintah Kota Makassar memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung cukup panjang dan kering.

Salah satunya dengan memastikan fasilitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di sejumlah wilayah dapat berfungsi optimal dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi meninjau langsung fasilitas SPAM di Kelurahan Cambaya, Kecamatan Ujung Tanah, Rabu (19/8/2026).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan ketersediaan air bersih sekaligus melihat langsung pengelolaan fasilitas yang telah diserahkan kepada masyarakat.

“Saya datang langsung ke lokasi melihat SPAM ini. Tujuannya memastikan ketersediaan air pompa ini berjalan dan manfaat untuk warga di sini,” ujar Appi.

Fasilitas SPAM yang berada di sekitar RW 03 Kelurahan Cambaya tersebut menjadi salah satu solusi bagi warga yang selama ini menghadapi keterbatasan akses air bersih.

Di lokasi, Appi melihat langsung sumur bor dan jaringan distribusi air yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat.

Terdapat lima sumur bor yang menjadi sumber air bagi warga, termasuk tiga sumur bor yang dibangun melalui bantuan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar.

Menurut Appi, fasilitas tersebut telah berjalan sekitar empat bulan setelah diserahkan kepada masyarakat untuk dikelola secara mandiri dan swadaya.

“Tadi saya datang lihat SPAM ini, sekitar empat bulan berjalan, diberikan oleh PU kepada masyarakat untuk dikelola secara mandiri, secara swadaya,” katanya.

Menariknya, kapasitas pelayanan SPAM Cambaya berkembang melampaui target awal. Fasilitas tersebut semula dirancang untuk melayani sekitar 83 rumah, tetapi kini telah mampu memenuhi kebutuhan air bagi 109 rumah warga.

“Ini mengaliri, target awalnya kurang lebih hanya 83 rumah, tapi akhirnya menjadi 109 rumah yang mereka layani,” terang Appi.

Jadi Antisipasi Kemarau Panjang

Appi menilai keberadaan SPAM menjadi bagian penting dari strategi Pemkot Makassar dalam menghadapi potensi kekeringan.

Terlebih, sejumlah kawasan di Kota Makassar memang memiliki keterbatasan sumber air yang semakin terasa ketika musim kemarau.

“Ini adalah salah satu antisipasi kita untuk bagaimana mengantisipasi kemarau panjang,” ujarnya.

Pemkot Makassar pun tidak berhenti pada fasilitas yang telah tersedia di Cambaya. Melalui Dinas PU, pemerintah telah merencanakan pembangunan SPAM di 13 titik tambahan.

Pembangunan tersebut akan diarahkan ke kawasan yang dinilai memiliki kebutuhan air bersih tinggi, terutama wilayah yang sudah mengalami kesulitan mendapatkan air pada kondisi normal.

“Di beberapa wilayah tahun ini, Dinas PU juga sudah merencanakan membuat SPAM seperti ini di 13 titik tambahan lagi yang harus kita maksimalkan di wilayah-wilayah yang sangat terdampak,” jelas Munafri.

Ia mengatakan kondisi kemarau tahun ini perlu diantisipasi secara serius. Berdasarkan perhitungan pemerintah, periode musim kering diperkirakan cukup panjang dengan kondisi yang relatif lebih kering.

“Hitungan kita ini lumayan panjang musim keringnya dan sangat kering. Memang dibutuhkan supporting, khususnya daerah-daerah yang pada musim biasa saja susah air, apalagi musim kering,” ungkapnya.

Karena itu, pemerintah akan melakukan pemetaan untuk menentukan lokasi pembangunan SPAM berikutnya agar intervensi yang diberikan benar-benar tepat sasaran.

Appi juga meminta jajaran kecamatan memberikan masukan mengenai kawasan yang memiliki kebutuhan air bersih paling tinggi.

“Makanya dari peninjauan ini, kita mau lihat juga di Cambaya dan melihat masukan dari Pak Camat, di mana lagi lokasi yang sangat membutuhkan untuk kita bisa buat,” tuturnya.

Dikelola Mandiri oleh Masyarakat

Dalam peninjauan tersebut, Appi juga memastikan pengelolaan SPAM Cambaya melibatkan masyarakat secara langsung. Air dari sumur bor didistribusikan secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga warga sekitar.

“Didistribusikan, dilakukan secara mandiri oleh masyarakat,” katanya.

Menurutnya, pola pengelolaan berbasis masyarakat menjadi salah satu kekuatan program tersebut. Warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga dan mengelola fasilitas.

“Warga yang mengelola sendiri, secara mandiri seperti itu untuk pengelolaannya,” ujar Appi.

Masyarakat yang membutuhkan air juga dapat mengambilnya dengan membawa wadah atau jeriken untuk digunakan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa fasilitas penyediaan air alternatif masih sangat dibutuhkan, khususnya bagi masyarakat yang belum memiliki akses air langsung ke rumah.

Sumur Bor Capai Kedalaman 180 Meter

Appi juga memastikan kualitas air yang dihasilkan SPAM Cambaya dalam kondisi baik. Sumber air tersebut berasal dari sumur bor dengan kedalaman sekitar 180 meter.

“Kualitasnya bagus. Sumur kedalamannya 180 meter,” kata Munafri.

Dengan beroperasinya SPAM Cambaya, Pemkot Makassar berharap warga di kawasan tersebut memiliki sumber air alternatif yang dapat diandalkan saat pasokan air menghadapi tekanan akibat musim kemarau.

Pemerintah Kota Makassar selanjutnya akan terus mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan fasilitas serupa.

Pembangunan SPAM di 13 titik tambahan diharapkan dapat memperluas akses air bersih sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi dampak kekeringan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Makassar memastikan kebutuhan dasar masyarakat berupa air bersih tetap terpenuhi, terutama di wilayah yang rutin menghadapi persoalan ketersediaan air saat musim kemarau. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Insentif Motor Listrik Disebut Jadi Angin Segar buat ASII, VKTR, INDY, DRMA
• 21 jam lalukatadata.co.id
thumb
DPR Dukung Pemerintah Setop Rekrutmen Honorer, Bahtra Banong Soroti Timses Kepala Daerah
• 5 jam laludisway.id
thumb
Pramono Sebut Belum Bisa Bikin Hujan Buatan Tangani Polusi Udara: Awannya Gak Ada!
• 9 jam laludisway.id
thumb
Polda Sumsel Gerak Cepat Padamkan Karhutla di OKI
• 36 menit laludetik.com
thumb
Harga Pangan Hari Ini 19 Agustus 2026, Gula Pasir Mulai dari Rp19.050 per Kilogram hingga Telur Ayam Rp29.350 per Kilogram
• 15 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.