jpnn.com, JAKARTA - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyebut pemerintah total menangani karhutla di Indonesia, karena mengerahkan total 40 armada udara.
Hal demikian dikatakan Raja Juli dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8).
BACA JUGA: Kemenhut Periksa Kesiapan 4 Perusahaan Cegah Karhutla di Kalbar
“Pemerintah all out tangani karhutla," kata dia seperti dikutip Rabu (19/8).
Selain itu, kata Raja Juli, totalnya pemerintah menangani karhutla bisa dilihat dari langkah Kemenhut yang memperkuat sinergi dengan BMKG dan BNPB menangani kebakaran melalui pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
BACA JUGA: Dari Kelas ke Medan Karhutla, Kisah Lessy Melawan Api
"Kemenhut terus memperkuat sinergi dengan BNPB dan BMKG dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan, salah satunya melalui kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca,” lanjutnya.
Adapun, kata Menhut armada udara itu terdiri dari 10 pesawat patroli, 27 helikopter water bombing, dan tiga pesawat OMC.
BACA JUGA: Karhutla belum Padam, Manggala Agni Masih Berjibaku Padamkan Api 7 Titik Sumsel
Khusus di enam provinsi prioritas, BNPB mengerahkan 36 armada udara yang terdiri dari 12 armada patroli udara, 21 helikopter water bombing, dan 3 pesawat OMC.
Raja Juli mengatakan penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama karena persoalan tersebut bersifat serius dan berpotensi menimbulkan dampak luas.
“Kami menyadari bahwa karhutla merupakan persoalan serius yang memerlukan penanganan secara kolaboratif, terpadu, terukur, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sejumlah langkah koordinasi juga telah dilakukan pemerintah, mulai dari rapat khusus bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan serta kementerian atau lembaga terkait di Manggala Wanabakti menyikapi karhutla.
Pemerintah juga menggelar rapat terbatas penanggulangan karhutla yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara bersama sejumlah menteri, TNI, Polri, BMKG, BRIN, dan BNPB.
Pemerintah juga menggelar apel kesiapsiagaan karhutla di tiga provinsi rawan, yakni Kalimantan Barat, Riau, dan Sumatera Selatan. (ast/jpnn)
Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Aristo Setiawan




