BCA siap mengimplementasikan Kartu Kredit Indonesia (KKI) segmen ritel

antaranews.com
10 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA menyatakan siap mengimplementasikan Kartu Kredit Indonesia (KKI) segmen ritel yang baru diluncurkan oleh Bank Indonesia (BI).

Direktur BCA Santoso menjelaskan nasabah yang telah memiliki kartu kredit BCA bisa menerapkan layanan tersebut melalui aplikasi MyBCA.

“Bagi teman-teman yang sudah ada BCA kartu kredit, otomatis tinggal diperluas saja menjadi cardless, karena KKI itu cardless. Kalau punya MyBCA langsung bisa apply untuk ditambah KKI-nya,” kata Santoso dalam konferensi pers BCA Expo 2026 di Jakarta, Rabu.

KKI dikembangkan secara bertahap. Untuk tahap awal, KKI tersedia dalam bentuk kartu digital dan dapat digunakan sebagai sumber dana untuk transaksi melalui ekosistem QRIS, yaitu QRIS Merchant Presented Mode (MPM), QRIS Customer Presented Mode (CPM) dan QRIS TAP.

Santoso menyatakan layanan KKI BCA bisa digunakan untuk kebutuhan tersebut, baik dengan memindai QR yang ditampilkan oleh merchant maupun melalui QR yang ditampilkan oleh pengguna.

Transaksi juga bisa dilakukan dengan menggunakan teknologi NFC.

“Kalau teman-teman punya handphone juga dan punya smartwatch, bisa transaksi dengan sumber dana KKI. Itu sangat menarik sekali,” katanya menambahkan.

Dia pun menyebut layanan KKI BCA juga bisa digunakan untuk menjadi sumber dana transaksi QRIS cross-border.

Baca juga: BCA tebar dividen interim Rp3,07 triliun pada kuartal III 2026

Baca juga: BCA Finance masih mempelajari program Molinas

“Secara tidak langsung itu juga bisa menjadi sumber dana untuk transaksi QRIS cross-border. Jadi pada prinsipnya, BCA siap,” ujarnya.

Peluncuran KKI segmen ritel dilakukan oleh BI bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) yang ditujukan untuk menjadi alternatif pembayaran "deferred payment" domestik.

KKI sebelumnya hanya diterbitkan untuk segmen pemerintah yang diperuntukkan bagi satuan kerja pemerintah pusat dan daerah untuk mendukung transaksi belanja pemerintah.

Kini, KKI dapat digunakan oleh individu dan korporasi, baik untuk layanan konvensional maupun syariah, sesuai dengan produk yang disediakan oleh penyelenggara jasa pembayaran (PJP) penerbit.

Pada implementasi tahap awal, terdapat tujuh PJP first mover penerbit KKI antara lain BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, Permata Bank, dan Bank Mega, serta satu PJP next mover yaitu BSI.

Selanjutnya, KKI akan dikembangkan secara bertahap untuk memfasilitasi transaksi daring melalui online payment serta transaksi luring menggunakan kartu fisik.

Baca juga: BCA catat peningkatan pembiayaan EV hingga 2 kali lipat

Baca juga: BCA pacu kredit konsumsi lewat BCA Expo 2026


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Refly Harun Sebut Keterangan Ahli Hukum Perkuat Dalil Pencekalan Roy Suryo Tidak Sah
• 9 jam laluokezone.com
thumb
Melihat Kembali saat Timnas Indonesia Gagal Kalahkan Bangladesh di Bandung pada 2022: Ketemu Lagi di FIFA ASEAN Cup 2026?
• 22 jam lalubola.com
thumb
APBD Perubahan 2026 Tembus Rp. 7.7 T, Wali Kota Medan Fokuskan Terhadap 6 Prioritas Pembangunan Strategis
• 16 jam lalumediaapakabar.com
thumb
BMKG Sebut Gempa Susulan di NTT Masih Berlangsung hingga 30 Hari ke Depan
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
WINR Kuasai 99,6% Pemenang Nusantara Jaya, Bidik Proyek Properti Rp880 Miliar
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.