Soal Arah Pembangunan, Indonesia Dinilai Tak Kekurangan Sumber Daya

okezone.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA — Arah pembangunan bangsa perlu kembali berorientasi pada penguatan masyarakat. Ukuran keberhasilan pembangunan seharusnya tidak berhenti pada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan investasi, tetapi juga mencakup kemampuan masyarakat memperoleh manfaat dan menjadi lebih mandiri secara ekonomi.

Menurut Pengamat Hukum dan Pembangunan Hardjuno Wiwoho, Indonesia perlu melakukan evaluasi terhadap kebijakan pembangunan yang selama ini berjalan. Besarnya proyek dan tingginya angka pertumbuhan ekonomi tidak otomatis menunjukkan keberhasilan apabila hasilnya belum mampu memperluas kesejahteraan dan kesempatan ekonomi bagi masyarakat secara merata.

Baca Juga :
Sambut Pidato Presiden Prabowo, AHY Nantikan Arah Pembangunan Ekonomi hingga Infrastruktur Berkelanjutan

“Yang perlu kita pelajari bukan sistem politik Tiongkok, tetapi keberanian sebuah bangsa untuk terus mengevaluasi arah pembangunannya. Indonesia juga harus berani bertanya: pembangunan yang kita jalankan selama ini sebenarnya hendak membawa rakyat ke mana?” ujar Hardjuno dalam keterangannya, Rabu (19/8/2026).

Hardjuno mengatakan, pertumbuhan ekonomi selama ini kerap menjadi tolok ukur utama pembangunan. Padahal, konstitusi telah memberikan landasan bahwa perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan demokrasi ekonomi dengan orientasi pada sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Karena itu, pertumbuhan perlu diikuti dengan pemerataan manfaat dan peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat.

“Pertumbuhan penting, investasi penting, industrialisasi juga penting. Tetapi semuanya adalah alat. Tujuan akhirnya adalah rakyat semakin produktif, memiliki aset, memperoleh pekerjaan yang layak, dan mempunyai kesempatan untuk naik kelas. Kalau ekonomi tumbuh tetapi kekayaan semakin terkonsentrasi, kita perlu berani mengatakan ada yang harus diperbaiki dari arah pembangunan kita,” tuturnya.

Baca Juga :
Kapolri Laporkan Pembangunan 895 Jembatan Presisi ke Presiden Prabowo: Hubungkan 1.314 Desa

Untuk mewujudkan hal tersebut, Hardjuno mendorong penguatan sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan perekonomian masyarakat, seperti UMKM, koperasi, pertanian, industri nasional, dan penciptaan lapangan kerja. Ia menegaskan, ekonomi kerakyatan tidak identik dengan penolakan terhadap investasi atau pasar, melainkan membutuhkan peran negara untuk memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dinikmati secara lebih luas.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Apple tak sengaja bocorkan cara kerja AirPods dengan kamera
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Lima Hari di NTT, Mendagri Pastikan Negara Hadir untuk Korban Gempa
• 2 jam laludetik.com
thumb
Kekeringan Landa Kulonprogo, Baznas Salurkan 48.000 Liter Air Bersih ke Warga
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
Kabasarnas Ungkap Ada 601 Kecelakaan Kapal di 2026: 3.607 Korban, 239 Tewas
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Pemprov Sumbar Kirim 1,5 Ton Rendang untuk Korban Gempa NTT
• 4 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.