VIVA – Game horor indie dengan konsep yang cukup tidak biasa, Meowmories, siap mengajak pemain melihat dunia dari sudut pandang seekor kucing. Game besutan Team Memolink tersebut dijadwalkan meluncur di Steam pada 20 Agustus 2026.
Alih-alih memainkan manusia yang harus bertahan dari monster, pemain justru berperan sebagai kucing yang berusaha melewati dunia penuh mimpi buruk demi menemukan kembali pemiliknya.
Konsep tersebut menjadi daya tarik utama Meowmories karena memadukan karakter yang menggemaskan dengan suasana horor yang cukup menegangkan.
Kisah Kucing yang Berusaha Menemukan Pemiliknya
Dirangkum VIVA Kamis, 20 Agustus 2026, Meowmories dibangun di sekitar hubungan antara seekor kucing dan pemiliknya. Pemain bahkan dapat memberikan nama kepada karakter kucing maupun pemiliknya, sehingga perjalanan tersebut terasa lebih personal.
Namun, perjalanan sang kucing tidak berlangsung dalam suasana yang tenang.
Dunia yang harus dijelajahi dipenuhi monster dan berbagai situasi berbahaya. Pemain dituntut mempelajari lingkungan sekaligus memahami pola musuh agar dapat menemukan jalan keluar.
Konsepnya sederhana, tetapi justru memberikan nuansa berbeda dibandingkan game horor pada umumnya.
Bisa Mengeong untuk Menghentikan Monster
Salah satu fitur paling unik dalam Meowmories adalah kemampuan kucing untuk mengeong menggunakan mikrofon.
Suara meong tersebut dapat digunakan untuk menghentikan monster secara sementara. Bagi pemain yang tidak ingin menggunakan mikrofon, tersedia pula tombol khusus untuk mengaktifkan kemampuan tersebut.
Mekanisme ini membuat pengalaman bermain terasa lebih interaktif. Pemain bukan hanya mengandalkan tombol untuk bertahan hidup, tetapi juga dapat menggunakan suara mereka sendiri sebagai bagian dari gameplay.
Fitur tersebut tentu menjadi salah satu elemen yang paling menarik untuk dicoba ketika versi penuh dirilis.
Gagal Berkali-kali Justru Membantu Pemain
Meowmories menggunakan konsep trial and error sebagai bagian penting dari gameplay.
Ketika kucing tertangkap monster, pemain tidak sekadar mengulang permainan tanpa mendapatkan manfaat. Setiap kegagalan dapat memberikan informasi baru mengenai posisi musuh, lokasi barang, hingga jalur yang lebih aman.
Dengan pendekatan tersebut, pemain secara perlahan akan memahami lingkungan.
Kesalahan menjadi bagian dari proses belajar. Semakin sering menghadapi situasi tertentu, semakin besar peluang pemain mengetahui cara menghindari ancaman pada percobaan berikutnya.





