JAKARTA, KOMPAS.TV- Transaksi pembayaran digital semakin masif di Indonesia. Bank Indonesia (BI) mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 5,5 miliar transaksi pada Juli 2026, tumbuh 28,69 persen secara tahunan.
Pertumbuhan transaksi digital juga ditopang oleh QRIS yang mencatat pertumbuhan tinggi sebesar 82,42 persen secara tahunan, seiring dengan bertambahnya jumlah pengguna dan merchant.
Meski transaksi digital terus berkembang, Bank Indonesia menegaskan keberadaan uang rupiah dalam bentuk fisik tetap dibutuhkan masyarakat.
Baca Juga: Alasan Bank Indonesia Pertahankan BI Rate di Level 5,75 Persen
Deputi Gubernur BI Ricky Perdana Gozali mengatakan, transaksi digital dan uang kartal bukan merupakan pilihan yang saling menggantikan, melainkan saling melengkapi.
"Digital dan kartal uang rupiah secara fisiknya atau secara perekonomian tidak saling mengganti atau bukan merupakan pengganti, tapi merupakan pelengkap," kata Ricky dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu (19/8/2026).
Ia menyatakan, BI tetap menyediakan kedua pilihan tersebut untuk memberikan fleksibilitas kepada masyarakat dalam melakukan transaksi. Sistem pembayaran digital ditujukan untuk menghadirkan transaksi yang cepat, murah, dan aman.
Baca Juga: Mulai 1 Oktober, Transaksi QRIS hingga Rp500 Ribu untuk UMKM Mikro Bebas MDR
"Jadi keduanya, antara digitalisasi dan rupiah, kita lakukan bersama untuk memberikan opsi kepada masyarakat untuk melakukan transaksi," ujarnya.
BI mencatat volume transaksi pembayaran digital pada Juli 2026 mencapai 5,5 miliar transaksi, meningkat 28,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan juga terjadi pada berbagai kanal pembayaran digital. Volume transaksi melalui internet tumbuh 9,39 persen secara tahunan, sedangkan transaksi melalui aplikasi mobile tumbuh 24,25 persen.
Sementara itu, transaksi QRIS menjadi salah satu yang mencatat pertumbuhan paling tinggi, yakni mencapai 82,42 persen secara tahunan.
Baca Juga: Cara Cek Desil 1 sampai 10 secara Online Pakai NIK KTP Tanpa Aplikasi
Selain QRIS, volume transaksi ritel melalui BI-FAST mencapai 546 juta transaksi, tumbuh 31,62 persen secara tahunan.
Perkembangan tersebut menunjukkan semakin luasnya penggunaan sistem pembayaran digital di tengah masyarakat.
Di tengah akselerasi digitalisasi, penggunaan uang kartal masih tetap berlangsung. Namun, BI mencatat pertumbuhan penggunaan uang fisik cenderung melandai seiring semakin masifnya transaksi digital.
Baca Juga: Modus Baru Penyelundupan Emas, Bareskrim: Diubah Jadi Bubuk dan Dicampur Gel
Ricky menegaskan, kondisi tersebut tidak berarti uang fisik akan ditinggalkan. BI tetap melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan rupiah, baik dalam ekosistem tunai maupun digital.
"Dengan Cinta Rupiah kita akan mengenal, kemudian merawat dan menjaga rupiah," ucapnya.
Menurut Ricky, rupiah bukan hanya alat pembayaran, tetapi juga merupakan simbol kedaulatan negara dan pemersatu bangsa.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Dina Karina Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- bank indonesia
- qris
- transaksi digital
- uang tunai
- uang digital
- uang kartal





