VIVA – Bagi gamer yang tumbuh pada era 1990-an dan awal 2000-an, nama Grand Theft Auto (GTA) bukan sekadar seri game. GTA menjadi bagian dari perjalanan industri video game, mulai dari era grafis sederhana, dunia 3D yang revolusioner, hingga open world modern yang semakin mendekati kehidupan nyata.
Kini, menjelang kehadiran Grand Theft Auto VI, perjalanan panjang tersebut kembali menarik untuk dikenang. Rockstar Games bahkan menyebut GTA VI sebagai evolusi terbesar dan paling imersif dalam sejarah seri ini. Game tersebut dijadwalkan meluncur pada 19 November 2026 untuk PlayStation 5 dan Xbox Series X|S.
Berawal dari GTA dengan Tampilan dari Atas
Sebelum dikenal sebagai game open world dengan grafis realistis, GTA memiliki bentuk yang jauh lebih sederhana.
Game pertama, Grand Theft Auto, dikutip VIVA Kamis, 20 Agustus 2026, hadir pada 1997 dengan perspektif dari atas. Pemain berkeliling kota dan menjalankan berbagai aksi kriminal dengan kebebasan yang pada masanya cukup unik.
Konsep dasarnya memang belum seperti GTA modern, tetapi fondasi penting sudah terlihat: kota terbuka, kendaraan, misi kriminal, dan kebebasan pemain untuk menentukan cara bermain.
Bagi gamer generasi 90-an, era inilah yang menjadi awal perjalanan panjang franchise tersebut.
GTA III Mengubah Standar Game Open World
Lompatan terbesar terjadi ketika Grand Theft Auto III dirilis pada 2001.
Rockstar Games menggambarkan GTA III sebagai game yang membantu mendefinisikan genre open world untuk satu generasi. Liberty City dibuat dalam lingkungan 3D yang memungkinkan pemain menjelajahi kota dengan kebebasan yang jauh lebih besar.
Perubahan tersebut terasa sangat besar bagi pemain pada zamannya.
Kota tidak lagi sekadar latar belakang. Jalan, kendaraan, pejalan kaki, toko, misi, dan berbagai aktivitas membuat Liberty City terasa seperti sebuah dunia yang dapat dijelajahi.
GTA III juga menjadi fondasi bagi formula yang kemudian dikembangkan Rockstar dalam game-game berikutnya.
Vice City Membawa Nostalgia Era 1980-an
Setelah GTA III, Rockstar melanjutkan formula tersebut melalui Grand Theft Auto: Vice City.
Kota fiksi yang terinspirasi Miami membawa atmosfer berbeda melalui warna-warni neon, musik, kendaraan, serta nuansa budaya 1980-an.





