Hutan Pinus Malino Terbakar, Diduga Akibat Bakar Sampah

celebesmedia.id
11 jam lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar — Kebakaran terjadi di kawasan Hutan Pinus Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Rabu (19/8). Api membakar vegetasi di kawasan perbukitan yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata di Malino.

Peristiwa tersebut sempat direkam oleh warga. Video yang memperlihatkan kobaran api di sekitar kawasan Hutan Pinus Malino kemudian beredar di media sosial.

Dalam rekaman yang beredar, api terlihat membakar vegetasi serta sejumlah pohon pinus di kawasan perbukitan. Kobaran api cukup besar.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan, Hasnawir, mengatakan api telah berhasil dikuasai petugas setelah membakar sekitar satu hektare kawasan hutan pinus.

"Kebakaran terjadi di bagian bawah kawasan hutan pinus Malino. Api diduga berasal dari aktivitas petani yang membakar sampah, namun kobaran api tidak berhasil dikendalikan akibat kondisi angin yang cukup kencang," kata Hasnawir, dikutip dari Antara.

Menurut Hasnawir, kondisi angin yang cukup kencang membuat api lebih mudah merambat. Kobaran kemudian membakar vegetasi dan sejumlah pohon pinus di kawasan tersebut.

Petugas yang berada di sekitar lokasi langsung melakukan penanganan untuk membatasi pergerakan api. Upaya tersebut dilakukan agar kobaran tidak menjalar ke kawasan hutan yang lebih luas.

Luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar satu hektare. Setelah dilakukan penanganan, api secara bertahap berhasil dikendalikan.

Hasnawir menjelaskan bahwa pengendalian kebakaran dilakukan dengan memprioritaskan pencegahan penyebaran api. Kondisi angin menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai karena dapat mempercepat rambatan kobaran api.

Ia juga mengingatkan bahwa kawasan hutan yang berada dalam kondisi kering memiliki risiko lebih tinggi terbakar, terutama ketika terdapat sumber api dan hembusan angin yang kuat.

Masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan diminta meningkatkan kewaspadaan saat menggunakan api. Penggunaan api untuk membersihkan lahan maupun membakar sampah perlu dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak memicu kebakaran.

Warga juga diimbau tidak membuang puntung rokok sembarangan di kawasan hutan. Bara dari puntung rokok dapat menjadi sumber api ketika mengenai vegetasi yang berada dalam kondisi kering.

Selain itu, masyarakat diminta tidak membuang sampah atau melakukan pembakaran sampah dan ilalang di sekitar kawasan hutan. Tindakan tersebut berpotensi menimbulkan kebakaran, terlebih saat kondisi angin cukup kencang.

"Masyarakat diharapkan ikut menjaga kawasan hutan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran," ujar Hasnawir.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BMKG Prakirakan Cuaca di Mayoritas Kota Besar Indonesia Berawan Hari ini
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Prestasi Gemilang Siswa SMA YPS Soroako Amankan Tiket Final OSN dan B-BRAVE BRIN 2026
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Kabinet Bayangan dan Batas Imajinasi Oposisi Masyarakat Sipil
• 9 jam lalukatadata.co.id
thumb
Esa Unggul Kenalkan Digitalisasi Data Vaksin
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
5 Turis Inggris Tenggelam di Pantai Krandangan Lombok, 1 Meninggal
• 20 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.