"Di game pertama lawan masih belum menemukan cara main yang pas, kami memanfaatkan dengan adu panjang dan memaksa mereka mengangkat bola," kata Marwan.
Namun, memasuki game kedua dan ketiga, Mathias/Alexandra mengubah skema permainan secara drastis, terutama pada area servis dan penerimaan servis yang menjadi titik balik laga.
"Mereka punya kekuatan di hal itu, sangat bagus, sangat menyulitkan. Kami terus terkurung dan tidak bisa lepas dari tekanan," lanjutnya. Baca juga: Kejuaraan Dunia BWF 2026: Alwi Tanpa Hambatan ke 16 Besar Modal Berharga dan Bahan Evaluasi Meski harus angkat koper lebih awal, Marwan/Aisyah tetap memetik sisi positif dari laga ini. Bagi Marwan, penampilan di Kejuaraan Dunia BWF 2026 menunjukkan grafik peningkatan pasca-dinamika yang ia jalani dalam beberapa bulan terakhir.
"Walau kalah tapi kami tetap bersyukur dengan penampilan selama di Kejuaraan Dunia ini. Kami merasa penampilan kami sudah membaik dari sebelumnya. Ini jadi modal untuk lebih baik setelah apa yang saya alami setengah tahun ke belakang," papar Marwan.
Senada dengan sang partner, Aisyah menjadikan kekalahan ini sebagai bahan evaluasi penting untuk menghadapi turnamen-turnamen berikutnya.
"Kami mendapat pengalaman yang baik, kami harus belajar dari mereka bagaimana cara perubahan pola dan mengimbanginya," pungkas Aisyah.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)





