Sebuah video percakapan antara Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) dengan mahasiswa baru Universitas Padjadjaran (UNPAD) bernama Keisha mendadak ramai diperbincangkan di media sosial. Rekaman itu diambil saat kegiatan Penerimaan Raya Mahasiswa Baru (Prabu) 2026 pada 10 Agustus 2026.
Dalam video, Dedi Mulyadi awalnya menanyakan masalah yang sedang dihadapi Keisha. Mahasiswi asal Garut itu kemudian bercerita tentang kondisi keluarganya, termasuk bantuan KIP yang sudah ia terima sejak SD. Percakapan berlanjut dengan KDM menyinggung apakah Keisha sedang curhat atau membutuhkan bantuan uang, yang langsung ditepis oleh Keisha dengan jawaban singkat bahwa dirinya tidak sedang meminta bantuan.
Ketika KDM menanyakan soal ayah Keisha, ia menjawab bahwa sang ayah tidak bertanggung jawab.
“Terus bapaknya masih ada?” tanya KDM, dikutip Kamis (20/8).
“Bapak aku nggak tanggung jawab,” jawab Keisha.
Ucapan KDM setelah itu menjadi sorotan publik karena dianggap menyinggung kehidupan pribadi Keisha.
“Kenapa kamu dilahirkan dari bapak yang nggak bertanggung jawab? Pilih yang bertanggung jawab dong,” kata KDM.
Keisha pun menegaskan bahwa dirinya tidak bisa memilih keadaan keluarga sejak lahir.
Keisha kemudian menjelaskan bahwa ayahnya masih ada, tetapi jarang memberi kabar maupun bantuan. Ia mengaku pernah bertemu, namun komunikasi dan dukungan tetap minim.
Baca Juga: Jalan Rusak, Sekolah Ambruk, BPJS Mandek: Dedi Mulyadi Ungkap PR Jawa Barat
Setelah video tersebut viral, muncul surat terbuka dari keluarga besar Program Studi Administrasi Pemerintahan UNPAD yang berisi ajakan untuk memberikan dukungan kepada Keisha. Surat itu menyebut bahwa Keisha merasa malu dan kehilangan semangat kuliah setelah percakapan dengan KDM menjadi perhatian publik.
“Sebagai keluarga besar Administrasi Pemerintahan, rasanya penting bagi kita untuk hadir memberikan dukungan, semangat, dan motivasi kepada Keisha,” tulisnya.





