UNM Dukung Pertanian Berkelanjutan di Pangkep dengan Pompa Air Tenaga Surya

harianfajar
8 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR—Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) DPPM Tahun 2026 menjadi salah satu bentuk nyata pelaksanaan tridarma perguruan tinggi dalam memberdayakan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Program ini diarahkan untuk menghadirkan solusi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekaligus menjawab berbagai permasalahan nyata yang dihadapi di lapangan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tim pengabdi dari dosen Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (UNM), yang diketuai oleh Ir. Sudarmanto Jayanegara, S.T., M.T., IPP, bersama anggota Hartini Ramli, S.Pd., M.Pd. dan Raodah, S.T., M.T..

Ketua Tim Pengabdi, Sudarmanto Jayanegara, mengatakan jika ini bermitra dengan Kelompok
Tani Baji Minasa yang diketuai oleh Natsir, berlokasi di Dusun Paran Lombasa, Desa
Bantimurung, Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
(Pangkep).

“Fokus utama kegiatan adalah penerapan teknologi pompa air berbasis panel surya
sebagai solusi untuk meningkatkan ketersediaan air irigasi dan mendukung peningkatan produksi pertanian,”tuturnya.

Teknologi ini diterapkan sebagai respons terhadap keterbatasan sumber air dan sistem irigasi yang selama ini menjadi salah satu kendala dalam pengelolaan lahan pertanian.

“Dengan memanfaatkan energi matahari sebagai sumber energi penggerak pompa, sistem yang diterapkan diharapkan mampu menyediakan air secara lebih berkelanjutan,” tuturnya.

Ini sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap mesin berbahan bakar fosil yang membutuhkan biaya operasional relatif tinggi.

“Penerapan teknologi pompa tenaga surya tidak hanya berorientasi pada penyediaan air,
tetapi juga diarahkan untuk membangun sistem irigasi yang lebih efisien, hemat energi,
ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” ucapnya.

Untuk memastikan teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal oleh mitra, tim pengabdi melaksanakan beberapa tahapan kegiatan, mulai dari sosialisasi program, persiapan dan perancangan sistem, pemasangan panel surya dan pompa air, hingga pengujian serta pelatihan pengoperasian dan pemeliharaan alat.

Pendampingan juga dilakukan secara langsung kepada anggota kelompok tani agar mitra
memiliki kemampuan dalam mengoperasikan dan merawat teknologi secara mandiri.

Sudarmanto Jayanegara, menyampaikan apresiasi dan terima
kasih kepada Kelompok Tani Baji Minasa atas partisipasi aktif dan dukungan yang diberikan
selama pelaksanaan program.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi Universitas Negeri Makassar, khususnya Fakultas Teknik, dalam menghadirkan teknologi tepat guna yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ia berharap teknologi pompa air berbasis panel surya yang telah diterapkan dapat
dimanfaatkan secara berkelanjutan, dirawat dengan baik, dan memberikan dampak nyata
terhadap peningkatan produktivitas pertanian serta kesejahteraan kelompok tani.
Ketua Kelompok Tani Baji Minasa, Natsir, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim Pengabdi Universitas Negeri Makassar atas pendampingan,
pengetahuan, serta teknologi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan petani.

Menurutnya, keberadaan pompa air berbasis panel surya sangat membantu kelompok tani dalam memenuhi kebutuhan air untuk kegiatan pertanian.

“Kelompok tani berharap kerja sama dan
pendampingan bersama UNM dapat terus berlanjut sehingga teknologi yang telah diterapkan dapat dikembangkan dan dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan pertanian secara berkelanjutan,” tuturnya.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat
dalam mengembangkan serta menerapkan inovasi teknologi tepat guna di sektor pertanian.

Melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat DPPM Tahun 2026, Universitas
Negeri Makassar berharap kapasitas petani dalam memanfaatkan teknologi energi
terbarukan semakin meningkat, ketersediaan air irigasi menjadi lebih terjamin.

Ini produktivitas lahan dapat ditingkatkan, dan biaya operasional pengairan dapat ditekan. Pada akhirnya, penerapan teknologi tersebut diharapkan mampu mendorong terwujudnya
kelompok tani yang semakin mandiri, produktif, tangguh, dan berkelanjutan.(wis)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kejar MBG di Wilayah 3T, Zulhas Soroti Stunting NTT yang Tembus 37 Persen
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
9 Perempuan yang Disandera Kelompok Bersenjata Usia 13 hingga 18 Tahun, Termasuk Wanita Hamil
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Pengibaran Bendera GAM di Aceh, KBPP Polri: Pemerintah Kedepankan Langkah Terukur Tanpa Represif
• 18 jam laluokezone.com
thumb
BMKG: Musim Hujan di Jabodetabek Mulai Pertengahan Oktober
• 7 jam laludetik.com
thumb
Ada BSI, Pegadaian, Hingga Amman, Asosiasi Bank Emas Nasional Dibentuk
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.