Anggota Dewan: Penanganan Karhutla Jangan Tunggu Kabut Asap Ganggu Penerbangan

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi IV DPR Johan Rosihan mendorong pemerintah untuk merespons penanganan kebakaran hutan (karhutla) dengan cepat.

"Penanganan tidak boleh baru masif setelah asap mengganggu penerbangan dan membahayakan kesehatan masyarakat," kata Johan kepada Kompas, Rabu (19/8/2026).

Ia pun mendorong Pemerintah untuk segera meninjau kembali efektivitas penanganan karhutla oleh Satgas.

Baca juga: 5 Lokasi Kabupaten Banjar Dilanda Karhutla Bersamaan, Petugas Hadapi Medan Sulit

Menurutnya, kabut asap yang mengganggu penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, Kalimantan Selatan menunjukkan bahwa respons di lapangan terkesan lamban dan belum terkoordinasi secara optimal.

"Salah satu persoalannya adalah belum kuatnya komando tunggal kebencanaan yang memiliki kewenangan jelas untuk menggerakkan seluruh sumber daya lintas instansi," ucapnya.

Baca juga: Karhutla Paser Kaltim: 67 Kejadian, 128,8 Hektare Lahan Terbakar

Karena itu menurutnya, Pemerintah perlu menetapkan satu komando operasi dengan indikator kerja yang terukur, terkait siapa yang memimpin, wilayah prioritas, target waktu pemadaman, pengerahan personel dan peralatan, hingga pertanggungjawaban setiap pihak.

Dalam keadaan darurat, tidak boleh ada tumpang tindih kewenangan atau saling menunggu antara pemerintah daerah, BPBD, BNPB, Manggala Agni, TNI–Polri, maupun pengelola konsesi.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut menambahkan, selain memperkuat pemadaman, pemerintah harus mengevaluasi sistem deteksi dini, patroli terpadu, kesiapan sarana, serta kepatuhan perusahaan pemegang konsesi.

Baca juga: Cerita Muliadi, 4 Hari Tak Bisa Bekerja Karena Asap Karhutla di Kampar Riau

Ia berpendapat, setiap titik api harus segera diverifikasi, dipadamkan, dan ditelusuri penyebabnya.

Jika ditemukan kelalaian atau unsur kesengajaan, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas.

"Kabut asap yang terus berulang menandakan bahwa persoalannya bukan sekadar cuaca, tetapi juga kelemahan tata kelola pencegahan dan koordinasi penanganan karhutla," ujarnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Seluruh Wilayah Diprediksi Berawan
• 8 jam laluokezone.com
thumb
BCA Tebar Dividen Interim Rp3,07 Triliun, Cair 16 September 2026
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
3 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Warna Emas Menurut Pakar Psikologi Warna
• 16 jam lalubeautynesia.id
thumb
Viral di Medsos, Olivia Rodrigo Diam-Diam Bantu Lunasi Biaya Kuliah Mahasiswi
• 47 menit lalubeautynesia.id
thumb
KPI Pusat Sepakati M Hasrul Hasan dan Evri Rizqi Monarshi sebagai Ketua dan Wakil Ketua
• 23 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.