Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui jumlah gempa susulan yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa utama bermagnitudo (M) 7,7 pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Hingga Kamis, 20 Agustus 2026, pukul 06.00 WIB, tercatat ada 3.422 gempa susulan.
"Hasil pemantauan BMKG menunjukkan adanya 3.422 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar M 6,2," ujar Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, dalam siaran persnya, Kamis, 20 Agustus 2026.
Baca Juga :
BMKG Sebut Aktivitas Gempa Susulan di Flores Diperkirakan Meluruh dalam 3-4 MingguEpisenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,35° LS dan 120,63° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 34 kilometer arah timur laut Ruteng, Manggarai, NTT. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault)," jelasnya.
Ilustrasi bangunan rusak akibat gempa. Foto: MI.
Berdasarkan laporan masyarakat, gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas:
- V-VI MMI di Kabupaten Manggarai: Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan warga terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh, cerobong asap pada pabrik rusak, serta memicu kerusakan ringan.
- IV MMI di Kabupaten Nagekeo: Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah.
- III-IV MMI di Kabupaten Manggarai Barat: Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah.
- III MMI di Kabupaten Sikka: Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan truk berlalu.




