Pantau - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan penguatan hubungan industrial menjadi fokus penting untuk membangun ekosistem ketenagakerjaan Indonesia yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat.
Yassierli mengatakan peningkatan kualitas sumber daya manusia harus berjalan beriringan dengan penguatan hubungan antara perusahaan dan pekerja.
“Dalam konteks perubahan dunia kerja yang semakin cepat, hubungan industrial juga perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM),” kata Yassierli dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026.
Menurutnya, kemampuan Indonesia menghadapi perubahan dunia kerja antara lain ditentukan oleh peningkatan Human Capital Index, digital skills, serta indeks inovasi nasional.
Perusahaan karena itu dinilai memiliki peran penting untuk memastikan pengembangan kualitas SDM berjalan sesuai kebutuhan dunia kerja.
Yassierli menyebut Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara perusahaan dan pekerja menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat hubungan industrial.
Menurut dia, PKB tidak hanya menjadi kesepakatan manajemen dan pekerja, tetapi juga dapat menjadi pijakan untuk menciptakan hubungan industrial harmonis, meningkatkan produktivitas, serta mempersiapkan SDM menghadapi perubahan dunia kerja.
Ia menilai hubungan industrial yang baik membutuhkan sinergi erat antara manajemen perusahaan dan serikat pekerja.
“Melalui PKB, kedua pihak memiliki ruang untuk menyepakati berbagai hal yang mendukung kepentingan pekerja sekaligus keberlangsungan dan produktivitas perusahaan,” kata Yassierli.
Salah satu kesepakatan yang mendapat apresiasi Menaker adalah PKB BRI periode 2026–2028 yang telah ditandatangani manajemen dan pekerja.
Yassierli menilai BRI memiliki posisi strategis karena tidak hanya berperan sebagai korporasi, tetapi juga menjadi bagian dari bank Himbara yang membawa kepentingan ekonomi nasional.
“BRI harus memiliki penglihatan secara nasional dan tak bisa hanya melihat dirinya sebagai korporasi biasa, melainkan sebagai bagian dari Bank Himbara yang membawa nama Indonesia,” kata Menaker Yassierli.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan PKB menjadi salah satu fondasi penting hubungan perusahaan dan pekerja karena menghasilkan kesepakatan yang mencerminkan kepentingan bersama.
“Kami berharap PKB Periode 2026–2028 ini dapat menjadi landasan yang kian kokoh bagi hubungan manajemen dan pekerja, sekaligus mendukung peningkatan produktivitas, engagement, dan kinerja perusahaan,” ujar Hery.
Ketua Umum SPBRI Satrio Arief Pambudi juga menilai PKB harus menjadi instrumen untuk menciptakan kesejahteraan pekerja sekaligus menjaga keberlangsungan perusahaan.
“Saya berharap penandatanganan PKB ini menjadi awal hubungan industrial semakin baik, semakin terbuka dan semakin konstruktif antara SP dengan perusahaan,” kata Satrio.
Yassierli berharap PKB BRI periode 2026–2028 menjadi pijakan pengembangan berbagai inovasi ketenagakerjaan yang memperkuat hubungan perusahaan dan pekerja sekaligus meningkatkan kualitas SDM.




