JAKARTA, KOMPAS.com - Penumpang KRL relasi Bogor-Jakarta Kota mengeluhkan gerbong yang terasa panas karena pendingin udara (AC) tidak berfungsi saat perjalanan mereka terganggu pada Kamis (20/8/2026) pagi.
Dengan jumlah penumpang yang semakin padat, kondisi tersebut membuat penumpang semakin tidak nyaman.
Baca juga: KRL Duri-Tangerang Alami Gangguan Pagi Ini Akibat Kereta Tertemper Motor di Rawa Buaya-Batu Ceper
Pantauan Kompas.com di dalam gerbong sejak dari Stasiun Bogor, tampak sejumlah penumpang berkeringat karena berada di dalam gerbong yang penuh sesak.
“Tadi AC masih nyala waktu di Stasiun Cilebut. Ini sampai Citayem langsung mati, panas banget,” tutur Restu Kurniasih (31) kepada Kompas.com.
Selain kepanasan, Restu juga mengaku terlambat tiba ke tempat kerja karena perjalanan KRL tertahan hampir satu jam.
Baca juga: KRL Tertemper Warga di Pasar Minggu, Perjalanan Commuter Line Bogor-Jakarta Terganggu
“Aku sudah dari jam 07.15. Tadi baru berangkat jam 08.15, kan gokil juga jedanya hampir satu jam," ujarnya.
Sadar dirinya terlambat menuju kantor, Restu akhirnya memilih turun dan melanjutkan perjalanan menggunakan ojek online (ojol).
“Saya turun aja, udah telat banget ini. Naik ojek online aja nanti," ucap Restu.
Menurut dia, perjalanan menggunakan KRL pada jam tersebut biasanya masih cukup aman untuk tiba di kantor tepat waktu.
“Sehari-hari juga naik di jam yang sama dan gak telat. Tapi ini sudah satu jam lebih keretanya belum juga berangkat,” ujar Alip.
Alip mengatakan dirinya harus menunggu hampir satu jam sebelum kereta akhirnya diberangkatkan.
Seharusnya, perjalanan Alip menuju kantornya di kawasan Depok hanya memerlukan waktu 45 menit.
“Masuk kantor jam 09.00. Kalau jam biasakan sebelum jam masuk kantor udah sampai ya. Ini jam segini aja belum jalan. Udah bilang ke teman di kantor kalau bakal telat,” katanya.
KRL tertemper wargaGangguan perjalanan KRL terjadi setelah seorang warga tertemper KRL di jalur antara Stasiun Cawang-Tebet, Jakarta Selatan, Kamis pagi.
Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan mengatakan, kejadian tersebut menyebabkan kerusakan pada sistem pengereman salah satu rangkaian KRL.
Akibat kejadian tersebut, KAI Commuter melakukan rekayasa pola operasi di lintasan yang terdampak.
Untuk perjalanan KRL Red Line, KAI Commuter memberlakukan penggunaan satu jalur pada lintasan Stasiun Pasar Minggu-Stasiun Manggarai.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT





