Malang: Bencana kekeringan di Kabupaten Malang, Jawa Timur, makin meluas hingga berdampak pada tiga desa di tiga kecamatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat, sekitar 2.224 kepala keluarga (KK) atau 7.606 jiwa kini menjadi penerima manfaat distribusi air bersih selama masa tanggap darurat kekeringan.
Tiga wilayah terdampak tersebut meliputi Desa Sumberagung di Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Desa Tumpakrejo di Kecamatan Gedangan, dan Desa Karangkates di Kecamatan Sumberpucung. Kondisi ini membuat proses distribusi air bersih terus dilakukan guna memenuhi kebutuhan dasar warga.
Baca Juga :
Kekeringan Meluas, Pemkab Maros Salurkan 16 Tangki Air Bersih"Distribusi air bersih dampak kekeringan pada hari Rabu (19 Agustus 2026) melaksanakan rute pengiriman dengan jumlah total 15.000 hingga 20.000 liter," kata Sadono, Kamis, 20 Agustus 2026.
Pada Rabu, 19 Agustus 2026, BPBD Kabupaten Malang telah menyalurkan 48.600 liter air bersih. Rincian distribusinya adalah sebagai berikut:
-
Desa Sumberagung: 15.000 liter.
-
Puskesmas Sitiarjo: 5.000 liter.
-
Desa Tumpakrejo: 15.000 liter.
-
Desa Karangkates: 13.600 liter.
Distribusi air bersih di Kabupaten Malang/BPBD Kab. Malang
Di Kecamatan Gedangan, Desa Tumpakrejo memiliki 1.257 KK atau 3.995 jiwa penerima manfaat. Total distribusi ke desa tersebut mencapai 75 ribu liter sepanjang 12–18 Agustus 2026. Sementara itu, distribusi ke Desa Karangkates mulai dilakukan pada 19 Agustus 2026.
"Total distribusi hingga hari Rabu, sebanyak 198.600 liter mulai dari 8 Agustus sampai dengan 19 Agustus 2026 untuk tiga desa di tiga kecamatan dengan jumlah penerima manfaat sekitar 2.224 kepala keluarga dan 7.606 jiwa," jelas Sadono.
Penanganan kekeringan ini melibatkan sinergi antara BPBD Kabupaten Malang, PMI, PJT I Karangkates, perangkat desa, Puskesmas Sitiarjo, dan sejumlah unsur lainnya. Kolaborasi tersebut bertujuan mempercepat distribusi air bersih sekaligus memastikan kebutuhan warga yang terdampak tetap terpenuhi.




