HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Program Studi Program Profesi Insinyur (PPI) Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (FT UNM) membekali mahasiswa baru Angkatan VI dengan wawasan profesionalisme dan inovasi rekayasa. Pembekalan tersebut dikemas melalui kuliah umum sekaligus kuliah perdana yang digelar secara daring melalui Zoom, Rabu (19/8/2026).
Mengusung tema “Profesionalisme dan Inovasi Rekayasa: Membangun Insinyur Unggul, Berdampak bagi Inovasi Industri yang Berkelanjutan”, kegiatan tersebut menghadirkan anggota Komisi XI DPR RI sekaligus Deputi Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Bidang Kerja Sama Kementerian dan Lembaga, Ir. H. Kamrussamad, S.T., M.Si., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., sebagai narasumber.
Kamrussamad menekankan pentingnya posisi insinyur dalam memperkuat daya saing nasional, khususnya dalam mendorong perkembangan industri manufaktur.
Menurutnya, kompetensi seorang insinyur tidak cukup hanya diukur dari penguasaan teori dan kemampuan teknis. Insinyur dituntut mampu menerjemahkan pengetahuan menjadi solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun dunia industri.
“Insinyur harus mampu bergerak dari engineering knowledge menuju engineering impact,” ujar Kamrussamad.
Dia mengatakan, perkembangan teknologi yang semakin cepat harus menjadi peluang bagi para insinyur untuk melahirkan inovasi rekayasa sekaligus menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan.
Karena itu, perguruan tinggi dinilai memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan industri dan perkembangan teknologi.
Kamrussamad juga mendorong UNM terus mengambil bagian dalam pengembangan sumber daya insinyur serta memperkuat keterhubungan antara perguruan tinggi dengan dunia industri.
Sementara itu, Plt Rektor UNM Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum., menyambut mahasiswa baru PPI FT UNM Angkatan VI sekaligus mengapresiasi pelaksanaan kuliah umum tersebut.
Farida menilai capaian akreditasi Unggul yang diperoleh Prodi PPI FT UNM dari Lembaga Akreditasi Mandiri Program Studi Keteknikan (LAM Teknik) pada Desember 2025 menjadi salah satu indikator penguatan mutu akademik.
UNM bersama Fakultas Teknik dan Prodi PPI, kata dia, berkomitmen mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan profesi insinyur.
“Kami terus berkomitmen meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan profesi insinyur,” katanya.
Dia juga menekankan pentingnya sinergi antara UNM, Persatuan Insinyur Indonesia (PII), dunia usaha, dunia industri, serta pemangku kepentingan lainnya.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan jumlah dan kualitas insinyur profesional sekaligus memperkuat inovasi industri yang berkelanjutan di Indonesia.
“Selamat datang kepada mahasiswa baru dan terima kasih atas kepercayaannya memilih Prodi PPI UNM untuk menempuh pendidikan profesi insinyur,” ujar Farida saat secara resmi menerima mahasiswa baru Angkatan VI.
186 Mahasiswa
Dekan Fakultas Teknik UNM Prof. Dr. Drs. Ir. Jamaluddin, M.P., IPM., ASEAN Eng., mengatakan kuliah umum tersebut merupakan agenda rutin yang dirangkaikan dengan kuliah perdana mahasiswa baru PPI.
Sejak berdiri pada 1 Desember 2023 hingga Angkatan VI, Prodi PPI FT UNM telah menerima sebanyak 186 mahasiswa.
Program tersebut juga telah menghasilkan 93 alumni dalam empat periode wisuda. Sementara itu, sebanyak 38 mahasiswa telah mengikuti yudisium pada semester genap tahun akademik 2025/2026 dan dijadwalkan mengikuti wisuda pada Oktober 2026.
Jamaluddin mengatakan Fakultas Teknik UNM akan terus meningkatkan kualitas layanan akademik agar PPI FT UNM menjadi salah satu pilihan bagi calon insinyur profesional di Indonesia.
Pada sesi berikutnya, Koordinator Prodi PPI FT UNM Ir. Muhammad Farid, S.Pd., M.T., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., memberikan pembekalan akademik kepada mahasiswa baru.
Dia menjelaskan, PPI FT UNM menyelenggarakan pendidikan melalui Jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) selama satu semester dan Jalur Reguler selama dua semester.
Mulai semester ganjil tahun akademik 2026/2027, PPI FT UNM menerapkan Kurikulum 2026 yang menyediakan skema RPL 100 dan RPL 70.
Pada skema RPL 100, rekognisi dilakukan melalui portofolio sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara pada RPL 70, rekognisi portofolio diberikan maksimal 70 persen, sedangkan komponen pembelajaran lainnya ditempuh melalui mata kuliah sesuai kurikulum program studi.
PPI FT UNM juga merencanakan pembukaan pendaftaran mahasiswa Angkatan VII pada September 2026.
Ketua Panitia Dr. Eng. Ir. Abdul Wahid, S.T., M.Kom., IPM., menyampaikan apresiasi kepada pimpinan universitas, fakultas, narasumber, panitia, mahasiswa, serta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kuliah umum dan penerimaan mahasiswa baru PPI FT UNM Angkatan VI.
Melalui kegiatan tersebut, PPI FT UNM menegaskan komitmennya mencetak insinyur profesional yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang memberi dampak bagi industri dan masyarakat.





