Tiga warga negara asing (WNA) yang diduga berasal dari Israel diusir dari sebuah pusat kebugaran atau gym di Ubud, Gianyar, Bali. Video kejadian tersebut direkam oleh pemilik Ayenda Ubud, Samir (32), dan viral di media sosial.
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar sedang menyelidiki kejadian tersebut. Saat ini, imigrasi sedang mengumpulkan informasi mengenai WNA yang dimaksud dalam video.
“Kami masih mengumpulkan informasi terkait hal tersebut,” kata Kasi Teknologi, Informasi, dan Komunikasi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, Putu Suhendra, saat dikonfirmasi, Kamis (20/8).
Hal yang sama juga dilakukan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali.
“Sedang kami dalami perihal permasalahan tersebut,” ucap Kepala Seksi Informasi Keimigrasian, Putu Astina Purwanti.
Sebelumnya, Gubernur Bali, Wayan Koster, juga sempat menanggapi adanya WN Israel yang berada di Bali, bahkan membuka tempat usaha. Menurutnya, pengecekan dan penindakan atas kasus tersebut merupakan kewenangan dari pemerintah pusat dan keimigrasian.
“Kalau pemerintah daerah tidak memiliki sistem untuk melakukan itu (pengecekan) dan tidak ada kewenangan untuk melakukan itu,” ungkap Koster di Gedung Kertha Sabha, Jumat (14/8).
Namun, Koster memastikan akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pemerintah pusat dan pihak-pihak terkait mengenai keberadaan warga Israel yang tinggal di Bali, terlebih karena berkaitan dengan hubungan antarnegara.
Kejadian mengenai adanya warga negara Israel di Bali viral kembali di media sosial seusai tiga WNA yang diduga berasal dari Israel itu berbuat kasar dan diusir dari gym di Ubud. Menurut pengakuan Samir, pemilik gym Ayenda Ubud, salah satu dari mereka bahkan bersikap kasar kepada karyawan gym.
“Mereka memberi tahu saya bahwa mereka adalah orang Israel. Saya bilang, kami tidak melayani orang Israel, IDF, dan siapa pun yang bersikap kasar kepada staf kami. Anda harus menghormati penduduk lokal yang bekerja keras,” ucapnya.
Ketiga pria tersebut kemudian meninggalkan gym setelah terlibat adu argumen dengan Samir.
Namun, tidak lama setelah itu, mereka memberikan ulasan bintang satu di Google. Dalam ulasan tersebut, pihak gym disebut rasis dan dituding mengusir mereka karena alasan agama.





