Usai gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026), sejumlah destinasi wisata utama di wilayah ini masih ditutup sementara.
Pemantauan dampak gempa terus dilakukan secara intensif oleh Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF). Dilansir dari Antara, pemantauan dilakukan melalui verifikasi lapangan secara berkala ke beberapa hotel, restoran, hingga destinasi wisata.
Kawasan seperti Wae Rebo dan Ruteng Pu'u di Kabupaten Manggarai menjadi salah satu yang belum dapat menerima kunjungan wisatawan. Selain itu, Taman Nasional Kelimutu di Kabupaten Ende juga mengalami penutupan akibat longsoran dinding kawah yang berpotensi membahayakan keselamatan pengunjung.
Tak hanya itu, Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Gugus Pulau Teluk Maumere di Kabupaten Sikka juga belum dibuka kembali. Beberapa kawasan wisata di Kabupaten Ngada dan Nagekeo juga mengalami penutupan karena masih terkendala oleh gangguan jaringan komunikasi dan pasokan listrik.
Penutupan destinasi ini dilakukan sebagai langkah kehati-hatian utama demi keselamatan Anda sebagai wisatawan. Kerusakan fisik yang terjadi akibat gempa seperti longsoran tanah, kerusakan infrastruktur wisata, dan risiko terjadinya gempa susulan menjadikan area tersebut belum layak untuk dilalui atau dikunjungi.
Risiko keamanan pada destinasi-destinasi tersebut masih tinggi, sehingga pengelola dan pemerintah daerah belum memberikan izin untuk membuka akses wisata. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan atau insiden lain yang tidak diinginkan.
Selain penutupan kawasan wisata, Anda juga akan merasakan kesulitan akses di beberapa wilayah terdampak. Terutama di Kabupaten Ngada dan Nagekeo, gangguan jaringan komunikasi serta pasokan listrik masih menjadi kendala besar. Hal ini berdampak langsung pada kenyamanan dan kemudahan Anda saat melakukan perjalanan.
Akses jalan menuju lokasi destinasi tertentu juga masih dalam proses perbaikan, sehingga perjalanan Anda mungkin memerlukan waktu lebih lama dari biasanya.
Kondisi dan Pemulihan Infrastruktur Pariwisata Status Operasional Hotel dan Akomodasi UtamaDalam hal akomodasi, sebagian besar hotel besar di kawasan Manggarai Barat, seperti Ayana, Crowne Plaza, Sudamala, Ta’aktana Marriott, dan Meruorah, dikabarkan masih dalam kondisi aman dengan kerusakan yang relatif ringan. Anda masih bisa mengandalkan akomodasi ini untuk tempat menginap selama berkunjung ke daerah tersebut, dengan catatan memperhatikan informasi terbaru dari pihak hotel.
Namun, ada pengecualian seperti Hotel Jayakarta yang harus ditutup sementara karena mengalami kerusakan struktural berat. Semua tamu di hotel ini telah dievakuasi dengan aman, dan manajemen hotel memberikan penanganan yang memadai.
Penyesuaian Jadwal dan Operasi Bandara di NTTSektor penerbangan di NTT juga mengalami sejumlah penyesuaian. Sebagai wisatawan, Anda harus lebih jeli dalam memeriksa jadwal penerbangan sebelum melakukan perjalanan. Bandara Ende membatalkan seluruh penerbangan hingga tanggal 20 Agustus 2026, sedangkan Bandara Frans Sales Lega Ruteng membatalkan penerbangan Wings Air hingga 22 Agustus 2026.
Sementara itu, beberapa bandara utama lainnya seperti Bandara Komodo Labuan Bajo, Bandara Frans Seda Maumere, dan Bandara Gewayantana Larantuka tetap beroperasi, tetapi dengan jadwal penerbangan yang mengalami penyesuaian. Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk mengonfirmasi jadwal keberangkatan dan kedatangan secara langsung kepada maskapai atau pengelola bandara.
Upaya Perbaikan Fasilitas Pendukung PariwisataPemerintah bersama instansi terkait terus berupaya memperbaiki fasilitas pendukung pariwisata yang rusak akibat gempa. Koordinasi antara Kementerian Pariwisata, Kementerian Perhubungan, dan AirNav telah dilakukan untuk memastikan pemulihan pelayanan, khususnya di sektor penerbangan dengan skema Get Airport Ready for Disaster (GARD).
Selain itu, listrik dan jaringan internet di beberapa lokasi utama mulai kembali normal, mendukung kelancaran operasional tempat wisata dan akomodasi, sehingga Anda dapat mengakses fasilitas dengan lebih mudah.
Aktivitas Wisata yang Mulai Berangsur Normal Destinasi di Labuan Bajo dan Taman Nasional KomodoTidak seluruh destinasi di NTT mengalami gangguan panjang. Beberapa destinasi utama di Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo sudah mulai membuka diri dan berangsur pulih. Pelabuhan Marina Labuan Bajo kembali beroperasi secara normal, memungkinkan akses pelayaran ke kawasan wisata Taman Nasional Komodo bisa dilanjutkan.
Beberapa titik wisata seperti Pulau Padar, Loh Liang di Pulau Komodo, Loh Buaya di Pulau Rinca, dan Gili Lawa kembali menjadi tujuan favorit wisatawan. Pada 17 Agustus 2026, tercatat lebih dari 2.000 orang mengunjungi kawasan ini, yang menandakan pemulihan aktivitas pariwisata mulai berjalan baik.
Kunjungan Wisatawan di Pulau-Pulau SekitarDestinasi wisata lainnya seperti Pulau Kelor dan Kampung Adat Todo di Manggarai juga masih ramai dikunjungi dan beroperasi seperti biasa. Gua Batu Cermin sendiri telah dibuka kembali sejak 16 Agustus 2026, memungkinkan Anda menyaksikan keindahan alamnya.
Perbaikan akses dan upaya pemulihan ini tentunya memberikan kabar baik bagi Anda yang ingin menjelajah keindahan NTT tanpa harus khawatir akan kondisi yang membahayakan.
Fasilitas Pelabuhan dan Akses Pelayaran yang DibukaFasilitas pelabuhan di Labuan Bajo kini bisa Anda gunakan kembali secara normal. Akses pelayaran ke tempat-tempat wisata maritim, khususnya Taman Nasional Komodo, sudah tersedia sehingga Anda dapat melanjutkan perjalanan laut dengan nyaman dan aman.
Pengoperasian kapal-kapal wisata dan transportasi laut yang dibuka kembali ini memudahkan mobilitas Anda dalam mengunjungi destinasi di kepulauan sekitar NTT.
Prosedur dan Informasi Penting bagi WisatawanUntuk memastikan Anda memperoleh informasi yang akurat dan terkini, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) membuka layanan hotline informasi pariwisata melalui nomor 0811-3879-4555. Anda bisa menghubungi hotline ini untuk mendapatkan update seputar kondisi destinasi, aksesibilitas, dan fasilitas akomodasi pascagempa.
Menggunakan layanan ini akan sangat membantu Anda dalam merencanakan perjalanan dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi terkini demi keselamatan dan kenyamanan Anda.





