Wakil Ketua Komisi II DPR Dede Yusuf mengatakan pembahasan RUU Pemilu masih menunggu masukan dari pihak partai politik.
Hal itu disampaikan sambil mengaitkan pertemuan para sekjen partai politik anggota koalisi pemerintah.
Dede mengatakan pertemuan para sekjen tersebut menjadi salah satu forum menghimpun pandangan partai politik yang nantinya dapat menjadi bahan bagi Komisi II DPR dalam penyusunan RUU Pemilu.
“Kan begini ya, kalau saat ini saya dengar sudah ada pertemuan dengan para Sekjen. Nah tentu para Sekjen ini mengatasnamakan atau juga mendapat masukan dari para ketua umum,” kata Dede di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/8).
“Baru setelah semua didiskusikan, Komisi II kemudian mendapatkan katakanlah diskusi ataupun dialog dengan para Sekjen-Sekjen ini kan terkait dengan partai-partai Pemilu ya,” sambungnya.
Dede menegaskan Komisi II DPR pada prinsipnya siap memulai pembahasan RUU Pemilu. Namun, hingga kini pihaknya masih menunggu keputusan pimpinan DPR untuk memulai pembentukan panitia kerja (panja).
“Nah jadi prinsipnya kalau kami selalu open menunggu kapan kita bisa start, kita bisa mulai. Ya. Nah kalau misalnya katakanlah kita masih belum bisa memulai panja berarti masih menggunakan undang-undang lama gitu,” ujarnya.
Menurut Dede, aturan Pemilu yang berlaku saat ini masih dapat digunakan selama pembahasan dan penyusunan UU Pemilu yang baru belum dimulai.
“Undang-undang lama kan sebetulnya masih berlaku. Ya, jadi kita sementara ini masih menunggu keputusan pimpinan untuk kita bisa memulai panja. Sambil menjaring-menjaring tentunya dari masukan dari tempat-tempat lain,” katanya.
Dede juga menanggapi pertemuan para sekjen partai politik yang digelar di kediaman Sekjen Partai Gerindra Sugiono. Menurutnya, pertemuan tersebut pada dasarnya merupakan forum yang pembahasannya tidak terlepas dari berbagai kepentingan dan agenda partai, dan salah satunya urusan RUU Pemilu.
“Kalau pertemuan para Sekjen pasti urusannya partai kan. Nah kalau salah satu yang berurusan dengan partai kan adalah undang-undang Pemilu. Jadi kita juga berharap bahwa ada output nanti dialog-dialog di antara para Sekjen ini yang bisa menjadi pengayaan bagi kita di Komisi,” tutur Dede.
Sebelumnya, Sekjen Partai Gerindra Sugiono duduk bersama para sekjen partai politik anggota koalisi Merah Putih dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Sugiono mengatakan, pertemuan tersebut merupakan ajang silaturahmi sekaligus momentum memperkuat komunikasi antarpartai politik koalisi menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI pada Kamis (13/8) lalu.
“Pertemuan ini merupakan silaturahmi yang selama ini belum sempat dilakukan. Kami berkumpul dalam suasana kekeluargaan untuk menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus merefleksikan perjalanan koalisi selama hampir dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka,” kata Sugiono.
Sejumlah partai yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Partai Gerindra, Partai Golongan Karya, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan Sejahtera, Partai NasDem, Partai Solidaritas Indonesia, Partai Bulan Bintang, Partai Gelora, Partai Garuda, dan Partai Rakyat Adil Makmur.





