JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Lodewyk Pusung mengungkapkan, awalnya nama Burhanuddin Abdullah akan ditunjuk memimpin lembaga yang mengurusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu.
Bahkan, nama Burhanuddin Abdullah sebagai calon Kepala BGN sudah muncul sejak Prabowo Subianto masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan).
"Saat itu, beliau (Sjafrie Sjamsoeddin) menyebut 08 karena Bapak Prabowo waktu itu masih Menhan, 'Perintah 08, kamu jadi Wakil Makan Siang Gratis. Kepalanya Bapak Burhanuddin Abdullah', Itu yang saya dengar dari beliau. Itu perintah. Saya enggak bisa menolak karena saya tentara," ungkap Lodewyk, dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (20/8/2026).
Baca juga: Eks Waka BGN Lodewyk Pusung Mengaku Tak Diperiksa Sebelum Ditangkap Kejagung
Lodewyk mengungkap, Sjafrie meneleponnya untuk memintanya sebagai Wakil Kepala BGN pada 3 April 2024.
Namun dalam perjalanannya, Burhanuddin Abdullah mengundurkan diri sebelum dilantik menjadi Kepala BGN.
"Kenapa kok sekarang Pak Dadan (Hindayana) ketuanya, karena waktu itu yang saya dengar, Pak Burhanuddin mengundurkan diri. Kemudian ditunjuklah Pak Dadan," ungkap Lodewyk.
Pada akhirnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (19/8/2024).
Baca juga: Eks Waka BGN Lodewyk Pusung Hubungi Menhan Sebelum Ditangkap, Merasa Difitnah
Pelantikan tersebut Berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 94P Tahun 2024 tentang Pengangkatan Kepala Badan Gizi Nasional.
Adapun Lodewyk dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (22/10/2024).
Pelantikan Lodewyk berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 59 M Tahun 2024 tentang Pengangkatan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.
Profil Burhanuddin AbdullahDiketahui, Burhanuddin Abdullah merupakan mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian di era Presiden ke-4 Republik Indonesia Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua Tim Pakar dan Inisiator Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Burhanuddin Abdullah juga dikenal sebagai ekonom yang lama berkiprah di pemerintahan dan bank sentral Indonesia.
Baca juga: Sidang Praperadilan, Lodewyk Pusung Ungkap Awal Ditunjuk Jadi Wakil Kepala BGN
Namanya juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), posisi yang diembannya sejak 23 Juli 2024 menggantikan Agus Martowardojo.
Di dunia internasional, Burhanuddin pernah menjadi Gubernur untuk International Monetary Fund (IMF) di Indonesia.
Sebagian besar perjalanan kariernya berkaitan erat dengan Bank Indonesia. Ia memulai karier sebagai Staf Bagian Kredit Produksi dan kemudian menduduki berbagai jabatan strategis, termasuk Direktur Direktorat Luar Negeri, Wakil Kepala Urusan Riset Ekonomi dan Moneter, serta Deputi Gubernur BI pada 2000-2001.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT





