PGE Kejar Target 1 GW PLTP dan Jadi Perusahaan Panas Bumi No 1 di 2028

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita
Foto: Direktur Keuangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), Fransetya Hasudungan Hutabarat saat sesi wawancara di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE optimistis dalam memenuhi target penambahan 1 gigawatt (GW) kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di 2028. Tidak berhenti di situ, PGE juga berharap bisa mendorong penambahan hingga 1,8 GW pada 2033.

Direktur Keuangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) Fransetya H. Hutabarat mengatakan, target tersebut bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai, mengingat rekam jejak pengembangan panas bumi di Indonesia sudah terbukti selama 100 tahun.

"Itu tinggal bagaimana cara kita secara team working di antara internal direktorat di PGE di-lead oleh dirut yang mumpuni dan juga kita melihat bahwa direksinya juga semuanya sangat amat berpengalaman di bidang masing-masing," ujar dia dalam Energy Corner, Kamis (20/8/2026).


Dirinya menegaskan, tidak ada keraguan dalam mewujudkan peningkatan kapasitas PLTP tersebut. Fokus PGE saat ini adalah memastikan peningkatan kapasitas terpasang panas bumi sebesar 1 GW pada 2028 dapat tercapai.

Meski begitu, harus diakui bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi oleh PGE dalam mengoptimalkan pengembangan panas bumi di Tanah Air. Salah satunya adalah kebutuhan investasi yang menelan anggaran besar.

"Jadi dari sudut pandang capex deployment, ini perlu kita lihat bahwa tidak mudah juga, karena untuk eksplorasi dan juga untuk pengembangan ada risiko bahwa pada saat kita melakukan drilling itu ada risiko bahwa mungkin kapasitas ataupun kualitas yang didapatkan dari steam itu tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan," ungkap dia.

Baca: Bos PGE Beberkan Sederet Proyek Geothermal Demi Kejar Target 1 GW

Terlepas dari itu, PGE tetap memperjuangkan pengembangan panas bumi tersebut. Biar bagaimana pun, panas bumi merupakan energi alternatif yang ramah lingkungan yang akan sangat bermanfaat pada masa depan. Pengembangan panas bumi yang dilakukan PGE juga sejalan dengan Asta Cita Pemerintah yang hendak mewujudkan ketahanan energi nasional.

Lantaran kebutuhan investasinya besar, PGE aktif melakukan pendekatan terhadap sejumlah lembaga atau institusi keuangan global. Beruntungnya, banyak sekali institusi keuangan tersebut yang tertarik dengan proyek-proyek panas bumi PGE.

Frans menyebut, institusi seperti Japan International Cooperation Agency (JICA), Asian Development Bank (ADB), International Finance Corporation (IFC), hingga World Bank sangat tertarik untuk memberikan pinjaman kepada PGE karena bisnis perusahaan sangat berkaitan dengan energi hijau. Para penyedia pinjaman ini biasanya sangat mendukung pendanaan untuk proyek-proyek yang dapat membuat lingkungan dunia menjadi lebih baik.

"Jadi kita harapkan kita mau masuk dalam industri yang seperti ini dan juga memastikan bahwa target-target tadi kita bisa akselerasi dengan support green financing ataupun green structuring dari para lenders kita," pungkas dia.

Baca: Pengembangan Panas Bumi RI Masih Terkendala, Bos PGE Beri Masukan Ini

(dpu/dpu)
Saksikan video di bawah ini:
Video: 100 Tahun Panas Bumi RI, PGE Kebut Bangun Geotermal Sebagai EBT

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penjualan kartu langganan Whoosh capai rekor bulanan tertinggi
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
IHSG Menguat ke 6.447, Kebijakan Pembelian Kembali Obligasi AS Dorong Bursa Asia
• 3 jam lalupantau.com
thumb
Serangan Rusia di Kiev Tewaskan 12 Orang, 33 Lainnya Terluka
• 54 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Kepala Bapanas dan Dirut BULOG Cek Langsung Penyaluran Bantuan Korban Gempa Flores
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Ospek di UNP Disorot: Maba Disuruh Jalan Jongkok, Pakai Topi Karton
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.