PGEO Percepat Pengembangan Panas Bumi, Bidik Tambahan Listrik Bersih dari Ulubelu, Lahendong, dan Cubadak Panti

medcom.id
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Indonesia punya potensi besar untuk menjadikan panas bumi sebagai salah satu sumber energi bersih masa depan.
 
Peluang tersebut kembali diperkuat PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dengan mempercepat pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di Ulubelu dan Lahendong, sekaligus membuka eksplorasi baru di Cubadak Panti, Sumatra Barat.
 
Langkah tersebut dilakukan menjelang 100 tahun perjalanan pengembangan panas bumi di Indonesia. PGEO menandai langkah ini dalam The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta, Rabu (19/8/2026).
  Baca juga: HUT RI ke-81, PGE Perkuat Kedaulatan Energi Indonesia melalui Panas Bumi

Dalam acara tersebut, PGEO bersama PT PLN Indonesia Power (PLN IP) dan PT PLN (Persero) menandatangani dua Letter of Intent (LoI) untuk pengembangan PLTP Ulubelu Bottoming Unit (BU) dan PLTP Lahendong BU.
 
Selain itu, PGEO juga menerima Surat Keputusan (SK) Menteri ESDM mengenai penugasan survei potensi panas bumi di wilayah Cubadak Panti, Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat, Sumatra Barat. Tambah Listrik dari Pembangkit yang Sudah Ada Salah satu langkah PGEO adalah mengoptimalkan pembangkit panas bumi yang sudah beroperasi.
 
PLTP Ulubelu di Lampung akan mendapatkan tambahan unit dengan kapasitas 30 megawatt (MW), sedangkan PLTP Lahendong di Sulawesi Utara akan mendapat tambahan kapasitas 15 MW.
 
Kedua proyek tersebut akan dikembangkan PGEO bersama PLN IP melalui skema joint venture. LoI tersebut menjadi tahap lanjutan setelah konsorsium PGE dan PLN IP sebelumnya menyepakati tarif listrik dengan PLN sebagai pembeli listrik.
 
Untuk Ulubelu BU, kesepakatan tarif dilakukan pada Desember 2025. Sementara untuk Lahendong BU, kesepakatan dilakukan pada April 2026.
 
Selanjutnya, PGEO dan PLN IP akan mendirikan perusahaan patungan, menyusun Power Purchase Agreement (PPA), hingga masuk ke tahap Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC).
 
Kedua proyek ditargetkan mulai beroperasi secara komersial atau Commercial Operation Date (COD) pada 2028. Memanfaatkan Panas yang Sebelumnya Terbuang Menariknya, pengembangan Ulubelu BU dan Lahendong BU tidak sekadar membangun pembangkit baru.
 
Kedua proyek tersebut akan memanfaatkan panas sisa dari pembangkit panas bumi yang sudah beroperasi untuk menghasilkan tambahan listrik. Teknologi yang digunakan adalah binary atau bottoming cycle.
 
Sederhananya, panas yang masih tersisa dari proses pembangkitan listrik akan dimanfaatkan kembali untuk menghasilkan energi.
 
Artinya, satu aset pembangkit bisa dioptimalkan untuk menghasilkan listrik tambahan tanpa harus sepenuhnya membangun fasilitas panas bumi baru dari awal.
 
Direktur Utama PGEO Ahmad Yani mengatakan pengembangan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pasokan listrik bersih sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
 
“PLTP Ulubelu dan Lahendong selama ini telah berperan penting dalam penyediaan listrik di Lampung dan Sulawesi Utara. PGEO yakin bahwa tambahan unit yang kami kembangkan bersama PLN IP ini akan menyediakan suplai listrik yang bersih nan andal untuk semakin banyak rumah tangga,” jelas Ahmad Yani. PGE Mulai Eksplorasi Cubadak Panti Selain mengoptimalkan aset yang sudah ada, PGEO juga mulai membuka peluang baru melalui eksplorasi panas bumi di Cubadak Panti, Sumatra Barat.
 
PGE menerima SK Menteri ESDM Nomor 176.K/EK.04/MEM.E/2026 tentang Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) Panas Bumi di wilayah tersebut.
 
Wilayah yang akan disurvei mencakup sekitar 29.897 hektare di Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat.
 
Berdasarkan data awal, Cubadak Panti diperkirakan memiliki potensi cadangan panas bumi sekitar 77 megawatts electric (MWe).
 
Jika potensi tersebut nantinya terbukti melalui proses eksplorasi, kapasitas tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan listrik sekitar 40 ribu rumah tangga.
 
PGEO sebelumnya berhasil menempati peringkat pertama dalam proses seleksi kompetitif yang diselenggarakan Kementerian ESDM dengan nilai 87,01.
 
Bagi PGEO, penugasan tersebut menjadi tahap awal untuk membuktikan apakah potensi panas bumi Cubadak Panti benar-benar bisa dikembangkan menjadi sumber listrik.
 
Pengembangan tersebut datang ketika Indonesia mulai memasuki momentum 100 tahun perjalanan panas bumi.
 
Selama satu abad, industri panas bumi Indonesia telah berkembang dari tahap eksplorasi hingga menjadi salah satu sumber energi yang dapat diandalkan untuk memasok listrik.
Kini tantangannya adalah meningkatkan skalanya.
 
Panas bumi memiliki keunggulan karena dapat menghasilkan listrik secara relatif stabil, berbeda dengan sumber energi terbarukan seperti surya dan angin yang sangat bergantung pada kondisi cuaca.
 
Karena itu, panas bumi berpotensi menjadi salah satu bagian penting dalam upaya Indonesia meningkatkan penggunaan energi bersih sekaligus menjaga ketahanan energi.
 
PGEO juga sedang mengembangkan sejumlah proyek strategis, antara lain PLTP Lumut Balai Unit 3 dan 4 di Sumatra Selatan, PLTP Hululais Unit 1 dan 2 di Bengkulu, PLTP Lahendong Unit 7–8 dan Binary Unit di Sulawesi Utara, serta proyek Gunung Tiga di Lampung.
 
Ahmad Yani mengatakan momentum 100 tahun panas bumi Indonesia menjadi kesempatan untuk membawa energi tersebut ke tahap berikutnya.
 
“Jika satu abad terakhir adalah perjalanan untuk membuktikan potensi panas bumi nasional, maka abad berikutnya adalah kesempatan untuk menjadikannya salah satu kekuatan utama Indonesia,” jelasnya.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ekspresi Sentimental The Story Of Lewat Second Drop Koleksi CELESTIAL
• 22 jam lalubeautynesia.id
thumb
Bantah Dalil Kubu Febrie Adriansyah, Polri Jelaskan Soal Pencekalan
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Kata Shin Tae-yong Usai Persija Libas Klub Liga Thailand
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Ada 601 Kecelakaan Kapal Sejak Januari 2026, Komisi V: Darurat Angkutan Laut
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Simak Penampilan Memukau Han So Hee sebagai CEO di Film The Intern
• 7 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.