UNM Wisuda 1.041 Lulusan, 814 Raih Predikat Cumlaude

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali melepas ribuan lulusan di momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sebanyak 1.041 wisudawan dari berbagai program studi dan jenjang pendidikan resmi dikukuhkan dalam prosesi wisuda yang digelar di Pelataran Gedung Phinisi UNM, Kamis (20/8/2026).

Dari total wisudawan tersebut, sebanyak 814 orang atau 78,20 persen berhasil meraih predikat cumlaude. Capaian itu menjadi salah satu gambaran tingginya prestasi akademik lulusan UNM.

Plt Rektor UNM, Prof Dr Farida Patittingi, mengatakan pelaksanaan wisuda tersebut menjadi bagian dari rangkaian perjalanan akademik UNM dalam menyiapkan sumber daya manusia berkualitas.

Dia menyebut, sepanjang Agustus 2026, UNM telah menerima 11.034 mahasiswa baru. Di bulan yang sama, kampus juga melepas 1.041 lulusan.

Menurut Farida, tingginya jumlah mahasiswa yang menempuh pendidikan di UNM menjadi tanggung jawab besar bagi kampus untuk terus meningkatkan kualitas layanan akademik.

“Saat ini UNM terus meningkatkan mutu layanan akademik sebab lebih dari 12.000 anak bangsa menggantungkan harapan pada almamater tercinta,” ujarnya.

Farida menegaskan, wisuda tidak sekadar seremoni untuk merayakan keberhasilan mahasiswa menyelesaikan pendidikan. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi ruang pertanggungjawaban moral pimpinan universitas kepada sivitas akademika, orang tua, mitra, masyarakat, hingga pemerintah.

“Kepercayaan yang dititipkan orang tua dan berbagai pemangku kepentingan negeri dan kepercayaan seperti ini hanya bisa dibalas dengan mutu layanan akademik yang terus-menerus kita jaga,” katanya.

Dia mengajak seluruh elemen UNM untuk menjaga kampus agar tetap menjadi institusi pendidikan yang aman, kredibel, berprestasi, sekaligus bermartabat.

Pada momentum tersebut, UNM juga memberikan apresiasi kepada wisudawan terbaik. Penghargaan tersebut disertai dukungan tabungan bisnis bagi masing-masing wisudawan.

Farida mengatakan, pemberian dukungan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai bentuk penghargaan atas prestasi akademik. Namun, juga menjadi modal awal bagi lulusan untuk mengembangkan diri setelah meninggalkan kampus.

“Ini sebagai bentuk penguatan motivasi, penghargaan atas pencapaian akademik, dan dukungan awal bagi langkah pengembangan dari diri adik-adik sekalian,” ungkapnya.

Kepada seluruh lulusan, Farida menyampaikan selamat atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan di UNM. Para lulusan tersebut berasal dari berbagai jenjang, mulai diploma, sarjana (S1), magister (S2), hingga doktor (S3).

“Selamat atas keberhasilan yang telah dicapai dalam menyelesaikan pendidikan di almamater tercinta ini, dan secara resmi telah menyandang gelar akademik di seluruh jenjang, baik S1, S2, maupun S3, dan juga diploma,” ucapnya.

Dia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UNM dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Para lulusan juga diharapkan mampu berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga serta pembangunan bangsa dan negara.

“Semoga apa yang telah diperoleh selama pendidikan di almamater kita ini dapat berdampak, dapat dimanfaatkan bagi masyarakat dan tentu saja meningkatkan taraf hidup bagi keluarga, serta bagi bangsa dan negara,” tambahnya.

Farida turut memberikan apresiasi kepada orang tua, wali, keluarga, dan para pendamping wisudawan yang selama ini memberikan dukungan hingga anak-anak mereka berhasil menyelesaikan pendidikan.

Menurutnya, keberhasilan seorang mahasiswa tidak terlepas dari dukungan keluarga yang terus mendampingi selama proses pendidikan.

“Saya yakin bahwa selama ini para orang tua, wali, keluarga telah memberikan yang terbaik bagi putra-putri tercinta, dan tidak kenal lelah dan ikhlas telah memberikan pengorbanan dan dedikasi dengan doa yang tulus, sehingga mengantarkan putra-putrinya sampai pada wisuda pada hari ini,” tuturnya.

Farida menambahkan, dukungan orang tua terhadap pendidikan anak tidak mengenal batas usia. Bahkan, ketika anak telah berkeluarga dan menempuh pendidikan hingga jenjang doktoral, orang tua tetap menjadi salah satu sumber dukungan utama.

“Bagi orang tua, anak itu tidak pernah dewasa. Mau sudah berkeluarga, berputra-putri, tetap dianggap sebagai anak yang butuh dukungan, sehingga sampai S3 pun tetap dibiayai oleh orang tua, biasanya seperti itu. Itu bentuk dukungan orang tua terhadap anak-anaknya untuk bercita-cita semuanya untuk tumbuh dan berkembang,” tandasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Munafri Perkuat Pertanian Makassar Hadapi Musim Kemarau
• 3 jam lalucelebesmedia.id
thumb
PID Masuk Murung Raya, Infrastruktur Listrik dan Internet Jadi Tantangan
• 2 jam laludisway.id
thumb
100 Orang Tewas Akibat Longsor di Tambang Emas Ilegal Afrika Tengah
• 13 jam laludetik.com
thumb
Ramai di Threads, Calon Kadet Unhan Pilih Mengundurka Diri Gegara Aturan Tak Tertulis soal Pakai Hijab
• 57 menit lalutvonenews.com
thumb
Foto: Pemprov Jateng Gelar Pameran UMKM Unggulan
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.