Penajam Paser Utara: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghanguskan 10,65 hektare lahan di Desa Sepan, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu, 19 Agustus 2026.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bersama personel gabungan langsung melakukan pemadaman di lokasi.
"Pada hari yang sama, Rabu (19 Agustus) api telah berhasil dipadamkan," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangan tertulis, Kamis, 20 Agustus 2026.
Baca Juga :
Karhutla di Penajam Paser Utara terjadi di tengah meningkatnya sebaran titik panas (hotspot) di wilayah Kalimantan. Berdasarkan pemantauan Satelit NOAA-20, terdapat 1.487 hotspot yang tersebar di Kalimantan hingga hari ini.
"Jumlah tersebut tersebar dengan konsentrasi tertinggi berada di Kalimantan Tengah sebanyak 767 titik," ungkap Berton.
Tim Gabungan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim, memadamkan api karhutla di Kecamatan Penajam, April 2024. (ANTARA/HO BPBD Kabupaten PPU).
Selanjutnya, Kalimantan Barat tercatat memiliki 560 titik, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing terpantau 74 titik. Sedangkan Kalimantan Utara sebanyak tiga titik.
BNPB bersama pemerintah daerah turut melakukan pemantauan perkembangan titik panas, pemetaan wilayah rawan, serta koordinasi untuk menentukan langkah penanganan berdasarkan kondisi di lapangan.




