JAKARTA, KOMPAS.TV - Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, menyatakan pemerintah memaksimalkan kapasitas sumber daya nasional untuk penanganan gempa M 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pemerintah menilai bantuan asing belum diperlukan untuk gempa NTT. Sehingga, pemerintah berfokus memenuhi kebutuhan korban gempa dengan sumber daya dalam negeri.
“Saat ini fokus penanganan adalah untuk memastikan kebutuhan masyarakat yang terdampak dapat dipenuhi melalui kapasitas dan sumber daya nasional yang dimiliki,” kata Yvonne Mewengkan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Baca Juga: Warga Manggarai Timur NTT Butuh Bantuan Tenda dan Obat-obatan Pascagempa
Meskipun demikian, Yvonne menyatakan pemerintah mengapresiasi solidaritas, perhatian, dan tawaran dari negara-negara sahabat terhadap gempa di NTT.
Yvonne menyebut Menteri Luar Negeri RI Sugiono telah menyampaikan terima kasih kepada duta besar-duta besar negara sahabat atas kepedulian mereka.
“Kami menilai hal tersebut amat bermakna bagi kami pada masa yang sulit ini,” kata Yvonne Mewengkang dikutip dari Antara.
Sebelumnya, sejumlah negara diketahui menawarkan bantuan untuk korban gempa di NTT. Bantuan di antaranya ditawarkan oleh pemerintah China dan Iran.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sendiri menyatakan pemeritnah telah menyalurkan bantuan 398 ton untuk korban gempa NTT antara 15-18 Agustus 2026.
Baca Juga: Pakar ITB Beberkan Sejarah Gempa di NTT, Ungkap Hal yang Perlu Dilakukan Pemerintah
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- gempa ntt
- bantuan asing
- bantuan asing gempa ntt
- update gempa ntt
- nusa tenggara timur
- kementerian luar negeri





