Flores: Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) turut berdampak pada sektor pendidikan. Sebanyak 1.378 satuan pendidikan di tujuh kabupaten terdampak, dengan 502 sekolah di antaranya rusak berat.
Tenaga Ahli dan Perwakilan Sekretaris Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana Jamjam Muzaki mengatakan bencana tersebut berdampak pada 177.678 murid serta 21.166 guru dan tenaga kependidikan.
"Dari 8.664 ruang kelas yang terdata, 5.521 rusak, 2.229 di antaranya rusak berat," kata Jamjam dalam konferensi pers, Kamis, 20 Agustus 2026.
Baca Juga :
Kemendikdasmen Salurkan Santunan bagi Murid dan Guru Pascegempa NTT
Kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas pendukung pendidikan. Mulai dari laboratorium, perpustakaan, sanitasi, hingga rumah dinas guru.
Saat ini, proses pembelajaran 116.324 murid terganggu akibat kerusakan dan kondisi gempa susulan yang masih berlangsung. Pemerintah menerapkan kebijakan pembelajaran dari rumah dan tempat pengungsian untuk menghindari bangunan yang berpotensi roboh dan membahayakan siswa maupun tenaga pendidik.
"Pembelajaran mengikuti kebijakan Gubernur NTT untuk dilaksanakan dari rumah dan di tempat pengungsian agar menghindari bangunan yang berpotensi roboh dan melukai karena gempa susulan terus berlangsung," ujarnya.
Ilustrasi bangunan rusak akibat gempa. Foto- MI
Jamjam merinci, sebanyak 923 satuan pendidikan menerapkan pembelajaran dari rumah. Kemudian, 171 satuan pendidikan melaksanakan pembelajaran secara daring, 35 sekolah menggunakan sekolah darurat, dan 30 sekolah masih menerapkan pembelajaran tatap muka.
Pemerintah dan pihak terkait terus melakukan pendataan serta penanganan terhadap satuan pendidikan yang terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan warga sekolah di tengah aktivitas gempa susulan yang masih berlangsung.




