PT Singaraja Putra Tbk (SINI) mencatat laba jumbo sepanjang semester I-2026 mencapai Rp683 miliar.
IDXChannel - PT Singaraja Putra Tbk (SINI) mencatat laba jumbo sepanjang semester I-2026 mencapai Rp683 miliar. Angka ini membaik dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang rugi Rp24,96 miliar.
Laba tersebut berasal dari selisih alias diskon akuisisi atas PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) dengan nilai transaksi sebesar Rp1,73 triliun. Pada Juni 2026, SINI mengambil alih 507.380.875 saham atau 99,99 persen saham KMS.
Nilai aset wajar KMS berdasarkan perhitungan KJPP Kusnanto dan Rekan mencapai Rp2,39 triliun, sehingga perseroan membayar jauh lebih murah. Dengan demikian, terdapat selisih yang dicatat sebagai laba dari akuisisi dengan diskon (gain from bargain purchase) senilai Rp662,72 miliar.
Dalam laporan keuangan interim yang direviu KAP Johan Malonda Mustika & Rekan pada Kamis (20/8/2026), pendapatan SINI melonjak lebih dari 100 persen menjadi Rp389,23 miliar. Kenaikan tersebut terutama disebabkan adanya penjualan batu bara sebesar Rp219,2 miliar yang sebelumnya tidak ada mengingat SINI sebelumnya merupakan perusahaan kayu. Pelanggan batu bara terbesar perseroan adalah PT Rizqita Sukses Abadi (Rp67,97 miliar) dan Xiamen Xiangyu Commodities Pte Ltd (Rp44,5 miliar).
Kenaikan pendapatan SINI tersebut dibarengi dengan lonjakan beban pokok pendapatan, sehingga laba kotor tersisa Rp73,57 miliar. Meski begitu, laba kotor SINI tetap tumbuh 120 persen dibandingkan semester I-2025 yang sebesar Rp38,9 miliar. Dengan pencatatan goodwill negatif, laba sebelum pajak mencapai Rp631,4 miliar.
Tanpa memperhitungkan faktor ini, SINI mencatat rugi sebelum pajak sebesar Rp28 miliar. Angka ini tak jauh berbeda dengan rugi sebelum pajak pada semester I-2025 yang mencapai Rp26,4 miliar.
Sementara itu, SINI mencatat perbaikan yang signifikan pada arus kas akibat dari lonjakan pendapatan, dalam hal ini penerimaan dari pelanggan yang naik 114 persen menjadi Rp427,39 miliar. Arus kas bersih dari aktivitas operasi tercatat Rp7,88 miliar, membaik dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang minus Rp56,9 miliar.
Namun, akuisisi KMS tercatat tetap berpengaruh bagi posisi kas dan setara kas perseroan, terutama berasal dari aset lancar KMS. Hingga akhir Juni 2026, posisi kas SINI menyentuh Rp343 miliar, naik tajam dibandingkan akhir 2025 yang sebesar Rp13,65 miliar.
Posisi aset lancar njuga aik dua kali lipat menjadi Rp1,32 triliun dengan keseluruhan aset Rp5,4 triliun. Sementara liabilitas juga naik tajam menjadi Rp5,48 triliun akibat lonjakan utang kepada pihak berelasi Rp1,52 triliun dan liabilitas pajak tangguhan Rp533 miliar.
Adapun ekuitas jauh membaik dalam enam bulan terakhir. Defisiensi modal turun signifikan dari minus Rp763 miliar pada akhir 2025 menjadi negatif Rp125 miliar pada akhir Juni 2026.
(Rahmat Fiansyah)





