Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyalurkan santunan dan berbagai bantuan kepada murid serta guru yang terdampak gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan kegiatan belajar anak-anak dalam situasi darurat pascabencana.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan Kemendikdasmen terus berupaya hadir memenuhi kebutuhan pendidikan dan memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak bencana.
"Di tengah kondisi darurat, Kemendikdasmen hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan perhatian, dukungan, dan kebutuhan belajar. Bantuan yang kami bawa mungkin sederhana, tetapi ini adalah bentuk kepedulian dan komitmen kami untuk terus hadir bersama anak-anak, guru, dan keluarga yang terdampak bencana,” ujar Abdul Mu’ti di Jakarta Pusat, Kamis.
Sebanyak 374 Anak di Pengungsian Terima BantuanDi lokasi pengungsian SD Inpres Robo, Kecamatan Feri Ruteng, Kabupaten Manggarai, Kemendikdasmen membagikan goodie bag berisi makanan kepada anak-anak dan pelajar.
Bantuan tersebut diberikan kepada 29 anak jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 229 murid Sekolah Dasar (SD), dan 116 murid Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Dengan demikian, sebanyak 374 anak jenjang PAUD, SD, dan SMP di pengungsian SD Inpres Robo mendapatkan bingkisan dari Kemendikdasmen.
Bingkisan makanan yang dibagikan kepada para pengungsi antara lain berisi susu, air minum kemasan, dan makanan ringan.
Selain makanan, tim Kemendikdasmen menyerahkan school kit atau perlengkapan sekolah secara simbolis kepada perwakilan murid jenjang PAUD, SD, dan SMP.
Para guru yang berada di lokasi pengungsian juga mendapatkan family kit atau perlengkapan keluarga.
Kepala Susteran Misionaria Claris Ruteng Sr. Flaviana Dia, MC menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah memiliki arti penting di tengah situasi sulit yang sedang dihadapi para suster, guru, dan peserta didik di Ruteng.
Guru dan Murid Korban Gempa Dapat SantunanKemendikdasmen tidak hanya menyalurkan bantuan di lokasi pengungsian, tetapi juga memberikan santunan secara khusus kepada guru dan murid yang menjadi korban gempa melalui Direktorat Sekolah Dasar.
Salah seorang guru SDK Ri’i di Desa Bea Mese, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, menerima santunan setelah tertimpa reruntuhan bangunan rumah akibat gempa bumi.
Guru tersebut mendapatkan santunan sebesar Rp2 juta serta bantuan berupa family kit.
Kemendikdasmen juga memberikan bantuan kepada seorang murid kelas V SDK Ri’i yang terkena reruntuhan puing bangunan sekolah.
Murid tersebut menerima santunan sebesar Rp1 juta serta bantuan berupa school kit.
Keluarga Murid Meninggal Terima Rp5 JutaBantuan turut diberikan kepada keluarga Febriani Evika Jas, murid kelas V SDK Ri’i yang meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Kemendikdasmen menyerahkan santunan sebesar Rp5 juta kepada orang tua almarhumah.
Selain santunan uang, keluarga almarhumah menerima bantuan berupa sembako.
Secara keseluruhan, bantuan Kemendikdasmen mencakup kebutuhan makanan, perlengkapan sekolah, perlengkapan keluarga, sembako, serta santunan uang bagi guru, murid yang terluka, dan keluarga murid yang meninggal dunia akibat gempa di NTT.




