HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Panin Expo 2026 kembali digelar di Mal Ratu Indah, Jalan Dr Sam Ratulangi, Makassar, 20–23 Agustus 2026. Kegiatan tahunan Bank Panin tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi produk perbankan dan pembiayaan, tetapi juga ruang kolaborasi antara sektor perbankan, dunia usaha, dan Pemerintah Kota Makassar.
Regional Manager KTI Bank Panin, Andi Hudli Huduri, mengatakan Panin Expo merupakan agenda yang secara konsisten digelar setiap tahun dan Makassar menjadi satu-satunya wilayah di Indonesia yang rutin melaksanakan kegiatan tersebut.
“Untuk tahun ini, event Panin Expo digelar tanggal 20 sampai 23 Agustus. Kita bersyukur karena ini adalah satu-satunya Panin Bank di Indonesia yang secara konsisten melaksanakan kegiatan ini setiap tahun,” ujar Hudli.
Menurutnya, pelaksanaan Panin Expo tidak terlepas dari dukungan berbagai mitra usaha, mulai dari developer, dealer, hingga sejumlah mitra lainnya. Khusus tahun ini, Panin Expo mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Makassar.
“Khusus tahun ini, kita mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Makassar,” katanya.
“Saya melihat komitmen dari Pak Wali Kota ingin membangun Kota Makassar ini jauh lebih baik ke depan. Beberapa hal yang telah dilakukan tentu harus kita apresiasi dengan memberikan support,” sambung Hudli.
Ia mengapresiasi keterlibatan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Makassar dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran OPD, menurutnya, menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat melalui ruang yang ramai dikunjungi warga.
“SKPD hadir di sini untuk mendekatkan diri kepada masyarakat dan memberikan pelayanan. Mudah-mudahan ini ada manfaatnya dan saya harap bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Kota Makassar,” ujarnya.
Dalam Panin Expo 2026, Bank Panin menawarkan sejumlah program pembiayaan dengan bunga kompetitif. Salah satunya Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan skema jangka waktu dan angsuran tetap hingga 15 tahun.
Selain KPR, sektor pembiayaan kendaraan juga menjadi salah satu program unggulan yang ditawarkan. Melalui KPM, masyarakat mendapatkan penawaran bunga khusus sebesar 1,58 persen selama gelaran expo.
“Selama empat hari kita menawarkan suku bunga yang cukup kompetitif di KPR dengan jangka waktu dan angsuran tetap sampai dengan masa kredit, sampai 15 tahun,” tuturnya.
“Kemudian mobil juga KPM memberikan bunga khusus yaitu 1,58 persen,” lanjutnya.
Berbagai penawaran tersebut diharapkan mampu mendorong masyarakat melakukan transaksi selama pameran berlangsung.
Bank Panin menargetkan nilai transaksi Panin Expo tahun ini mencapai lebih dari Rp75 miliar. Target tersebut tidak hanya dihitung berdasarkan transaksi selama empat hari pelaksanaan, tetapi juga mempertimbangkan dampak transaksi setelah kegiatan berakhir.
“Kami menargetkan di acara ini transaksi tentunya di atas Rp75 miliar untuk semuanya. Karena ini bukan hanya empat hari, tetapi efek setelah itu juga yang tentu kita harapkan,” ungkapnya.
Panin Expo 2026 juga melibatkan sejumlah perusahaan dan lembaga yang berada dalam ekosistem bisnis Bank Panin. Di antaranya kantor pusat KPR, Clipan Finance, Asuransi Multi Artha Guna, serta Panin Dai-ichi Life.
Kehadiran berbagai mitra tersebut membuat Panin Expo tidak hanya menjadi ajang pameran produk, tetapi juga dikembangkan sebagai pusat layanan terpadu atau one stop service bagi masyarakat.
Masyarakat, lanjut Hudli, dapat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai kredit, keuangan, hingga berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan perizinan.
“Apapun itu, dalam bentuk apapun. Konsultasi mengenai kredit, konsultasi mengenai keuangan, konsultasi yang berhubungan dengan perizinan, semua ada di sini,” tambahnya.
Panin Expo tahun ini diikuti sekitar 27 tenant dari berbagai sektor. Selain transaksi dan layanan keuangan, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan berbagai aktivitas hiburan dan kegiatan keluarga.
Setiap hari, panitia menyiapkan berbagai lomba yang melibatkan anak-anak, orang tua, mitra usaha, hingga karyawan Bank Panin.
Andi Hudli menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan strategi untuk meningkatkan kunjungan masyarakat ke lokasi expo sekaligus mendorong aktivitas transaksi di Mal Ratu Indah.
Tidak hanya berorientasi pada transaksi ekonomi, Panin Expo 2026 juga membawa pesan lingkungan melalui pembagian 500 bibit pohon kepada masyarakat.
Bibit yang disiapkan terdiri dari sejumlah jenis tanaman, antara lain ketapang kencana, palem, dan tabebuya. Pembagian dilakukan secara bertahap setiap hari agar bibit dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang hadir.
“Kita siapkan 500 bibit pohon. Ada ketapang kencana, kemudian palem, tabebuya. Kita bagi secara bertahap, karena kalau langsung ditempatkan semuanya pasti habis dan yang lain tidak kebagian,” jelasnya.
Menurutnya, pembagian bibit tersebut bukan semata-mata untuk mengejar nilai materi, tetapi menjadi bentuk dukungan sektor swasta terhadap program pemerintah dalam memperluas ruang terbuka hijau di Kota Makassar.
Panin Expo 2026 juga menghadirkan sejumlah layanan publik dari organisasi perangkat daerah Pemerintah Kota Makassar.
Di antaranya layanan Identitas Kependudukan Digital (IKD) dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, layanan OSS/perizinan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), hingga sosialisasi pemilahan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
“Layanan Identitas Kependudukan Digital dari Disdukcapil, kemudian OSS perizinan dari PTSP. Kemudian setiap hari akan dilakukan sosialisasi pemilahan sampah,” ungkapnya.
Khusus untuk edukasi lingkungan, DLH diberikan ruang setiap hari selama pelaksanaan expo untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah.
Andi Hudli mengakui bahwa membangun kebiasaan memilah sampah bukan perkara mudah. Namun, menurutnya, diperlukan keterlibatan seluruh pihak agar edukasi tersebut dapat berjalan secara konsisten.
“Memang ini tidak mudah, tetapi ayo sama-sama kita bahu-membahu secara maksimal untuk mensosialisasikan. Saya berikan waktu di sini kepada DLH setiap hari untuk melakukan sosialisasi,” katanya.
Selain itu, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar juga hadir memberikan layanan kepada masyarakat, termasuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta informasi mengenai Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
“Dengan adanya Panin Expo tidak hanya menghadirkan produk perbankan dan pembiayaan, tetapi sekaligus menjadi ruang pertemuan antara masyarakat dengan berbagai layanan Pemerintah Kota,” tutup Hudli. (*/)




