Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mendapat penghargaan Bakti Koperasi Nayaka Mahambara dalam acara Koperasi Awards 2026. Herman menilai penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus mendorong perkembangan koperasi di Sumatera Selatan.
"Ini adalah penghargaan yang akan kami tebarkan pesonanya ke masyarakat, bahwa ternyata Kementerian Koperasi menilai kerja ikhlas masyarakat, tokoh, para ketua koperasi, para kepala daerah. Dan ini akan menjadi motivasi bagi kami semua," kata Herman di Hotel St Regis, Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Herman menjelaskan sejumlah upaya yang dilakukan Pemprov Sumatera Selatan dalam memperkuat pemahaman koperasi. Salah satunya dengan mengintegrasikan pembelajaran mengenai koperasi dengan mata pelajaran yang relevan, seperti ekonomi dan IPS, mulai dari jenjang SD hingga SMP dan SMA.
"Kenapa demikian, Pak Chairul Tanjung yang saya hormati? Karena kita tahu bahwa saat ini para anak muda beraktivitas ekonomi selalu dengan online," ujarnya.
Namun, Herman mengingatkan bahwa koperasi tidak hanya memiliki fungsi sebagai instrumen ekonomi. Ia menyebut koperasi yang diprakarsai oleh Bung Hatta sebagai salah satu kekuatan yang dapat menjadi benteng moral sekaligus menjaga semangat kegotongroyongan masyarakat.
"Tetapi ada satu, salah satu alat ekonomi yang diprakarsai oleh Bung Hatta ini tidak hanya sebagai alat ekonomi, tadi disebut oleh Ibu Marcella Zalianty, tapi ini adalah benteng moral, benteng kegotongroyongan yang harus selalu kita jaga di negeri ini," ujarnya.
Lebih lanjut, Herman mengajak generasi muda agar tidak hanya memanfaatkan kemudahan teknologi dalam menjalankan aktivitas ekonomi, tetapi juga memahami nilai kebersamaan yang menjadi dasar gerakan koperasi.
"Jadi kepada anak muda, memang betul sekarang ini serba mudah karena serba online. Apa-apa online. Hanya satu, Pak Menteri, yang nggak enak: kalau dia online tapi nggak balas," ujarnya.
(eva/zap)





