Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster meninjau langsung dampak bencana gempa bumi magnitudo 7,7 di Pos Penanganan Bencana Flores, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai wujud solidaritas dan ikatan persaudaraan historis Bali Nusra.
“Karena NTT ada masalah bencana maka sudah kewajiban saling bantu, dan wilayah terdekat harus paling cepat membantu,” ucap Kepala Pelaksana BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya yang mendampingi kunjungan gubernur.
Teja saat dikonfirmasi di Denpasar, Kamis, mengatakan untuk bantuan logistik dan tenaga, sebelum Gubernur Bali datang, bantuan dari Pemprov Bali sudah tiba lebih dahulu sejak Minggu (16/8) secara bertahap.
Kehadiran Gubernur Koster yang bertemu dengan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal secara langsung mempertegas solidaritas Kerja Sama Regional Bali, NTB, dan NTT dalam penanganan pascabencana gempa bumi di Flores.
Baca juga: BUMD DKI Jakarta turut kumpulkan bantuan untuk korban gempa NTT
Kedekatan historis Bali Nusra yang pernah berada dalam satu provinsi ini menjadi landasan kuat untuk bergerak cepat saling mendukung di masa darurat.
Dalam penanganan bencana tersebut, Pemprov Bali mengerahkan bantuan logistik yang dibeli BPBD Bali di Ende sebesar Rp150 juta setelah melakukan asesmen di posko serta bantuan perlengkapan kesehatan.
Gubernur juga mengutus personel gabungan yang terdiri atas tim BPBD Bali, tim medis Dinkes Bali, dan Palang Merah Indonesia (PMI) Bali.
Bantuan tersebut telah didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak berdasarkan koordinasi dengan Posko Pengendali Penanganan Bencana NTT.
Lebih lanjut, Teja mengungkapkan bahwa kondisi geografis Pulau Flores membuat distribusi bantuan dibagi melalui dua pintu masuk utama.
Baca juga: KemenPUPR percepat penanganan infrastruktur jalan yang terdampak gempa
Wilayah Flores bagian barat diakses melalui Labuan Bajo, sedangkan wilayah bagian timur diarahkan melalui Maumere guna menjangkau tujuh kabupaten terdampak secara efektif.
"Saya sendiri tanggal 17 masuk melalui Maumere bersama tim, sementara NTB masuk melalui Labuan Bajo menuju wilayah tengah," ujar Teja.
Di sela kunjungan kerja dan koordinasi lintas pemerintah daerah tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster juga menyempatkan diri meninjau Pura Giri Segara di Labuan Bajo yang mengalami kerusakan ringan akibat guncangan gempa.
Sementara itu, Teja mengatakan bahwa Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi mendalam atas gerak cepat dan kepedulian Gubernur Bali serta Gubernur NTB.
“Momentum penanganan bencana ini diharapkan semakin mempererat kolaborasi dan persaudaraan regional Bali, NTB, dan NTT di berbagai bidang ke depan,” ucapnya.
Baca juga: Dari posko ke posko, PNM terus bergerak dampingi warga terdampak Gempa NTT
“Karena NTT ada masalah bencana maka sudah kewajiban saling bantu, dan wilayah terdekat harus paling cepat membantu,” ucap Kepala Pelaksana BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya yang mendampingi kunjungan gubernur.
Teja saat dikonfirmasi di Denpasar, Kamis, mengatakan untuk bantuan logistik dan tenaga, sebelum Gubernur Bali datang, bantuan dari Pemprov Bali sudah tiba lebih dahulu sejak Minggu (16/8) secara bertahap.
Kehadiran Gubernur Koster yang bertemu dengan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal secara langsung mempertegas solidaritas Kerja Sama Regional Bali, NTB, dan NTT dalam penanganan pascabencana gempa bumi di Flores.
Baca juga: BUMD DKI Jakarta turut kumpulkan bantuan untuk korban gempa NTT
Kedekatan historis Bali Nusra yang pernah berada dalam satu provinsi ini menjadi landasan kuat untuk bergerak cepat saling mendukung di masa darurat.
Dalam penanganan bencana tersebut, Pemprov Bali mengerahkan bantuan logistik yang dibeli BPBD Bali di Ende sebesar Rp150 juta setelah melakukan asesmen di posko serta bantuan perlengkapan kesehatan.
Gubernur juga mengutus personel gabungan yang terdiri atas tim BPBD Bali, tim medis Dinkes Bali, dan Palang Merah Indonesia (PMI) Bali.
Bantuan tersebut telah didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak berdasarkan koordinasi dengan Posko Pengendali Penanganan Bencana NTT.
Lebih lanjut, Teja mengungkapkan bahwa kondisi geografis Pulau Flores membuat distribusi bantuan dibagi melalui dua pintu masuk utama.
Baca juga: KemenPUPR percepat penanganan infrastruktur jalan yang terdampak gempa
Wilayah Flores bagian barat diakses melalui Labuan Bajo, sedangkan wilayah bagian timur diarahkan melalui Maumere guna menjangkau tujuh kabupaten terdampak secara efektif.
"Saya sendiri tanggal 17 masuk melalui Maumere bersama tim, sementara NTB masuk melalui Labuan Bajo menuju wilayah tengah," ujar Teja.
Di sela kunjungan kerja dan koordinasi lintas pemerintah daerah tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster juga menyempatkan diri meninjau Pura Giri Segara di Labuan Bajo yang mengalami kerusakan ringan akibat guncangan gempa.
Sementara itu, Teja mengatakan bahwa Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi mendalam atas gerak cepat dan kepedulian Gubernur Bali serta Gubernur NTB.
“Momentum penanganan bencana ini diharapkan semakin mempererat kolaborasi dan persaudaraan regional Bali, NTB, dan NTT di berbagai bidang ke depan,” ucapnya.
Baca juga: Dari posko ke posko, PNM terus bergerak dampingi warga terdampak Gempa NTT





