Jakarta: PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) mendorong kemandirian industri farmasi dan penguatan rantai pasok kesehatan nasional melalui partisipasi dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) 2026.
Mengusung tema "One Health, One Pharmacy, Synergy for National Resilience", kegiatan yang dihadiri lebih dari 1.300 apoteker dari seluruh Indonesia tersebut menjadi momentum bagi PYFA untuk memperkuat sinergi dengan tenaga kefarmasian dan pemangku kepentingan sektor kesehatan.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar dalam pembukaan PIT IAI 2026 menyampaikan peran penting apoteker dalam rantai kefarmasian, mulai dari penyediaan bahan baku, penelitian dan pengembangan (R&D), hingga pelayanan kesehatan di masyarakat. Hal tersebut mengacu pada UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Dalam kegiatan tersebut, PYFA membuka stan untuk berinteraksi dengan para apoteker sekaligus memperkenalkan ekosistem dan portofolio produk perseroan.
Head of Regulatory Affairs Pyridam Farma Nurul Fadnany Putri mengatakan, partisipasi perusahaan dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat ekosistem kesehatan nasional.
"Sebagai entitas yang bergerak di sektor vital, Pyridam Farma senantiasa menempatkan kepatuhan terhadap regulasi dan standar mutu sebagai fondasi utama operasional kami. Kehadiran kami di PIT IAI 2026 mencerminkan komitmen kepatuhan kami terhadap arah kebijakan kesehatan nasional. Kami secara konsisten memastikan seluruh produk dan inovasi PYFA, serta entitas anak seperti PT Ethica Industri Farmasi, diproduksi sesuai dengan standar cara pembuatan dan ketentuan yang berlaku untuk masing-masing kategori produk, termasuk CPOB untuk produk obat. Kami mendukung penuh setiap inisiatif regulasi yang mendorong kemandirian industri farmasi nasional demi tercapainya ketahanan kesehatan yang aman, bermutu, dan berdaya saing," ujar dia, dalam keterangan tertulis, Kamis, 20 Agustus 2026.
Baca Juga :
Kemenkes Terapkan Sistem Sentralisasi dan Konsolidasi, Pengadaan Obat Lebih HematKomitmen tersebut menjadi penting di tengah ketergantungan industri farmasi nasional terhadap bahan baku impor. Taruna Ikrar menyebut Indonesia masih bergantung pada impor untuk sekitar 94 persen bahan baku obat kimia, sementara bahan baku obat biologik dan biosimilar masih didatangkan dari luar negeri.
Sejalan dengan dorongan pemerintah terhadap percepatan riset, transfer teknologi, dan transformasi menuju era bioteknologi, PYFA Group melalui Pyridam Farma dan PT Ethica Industri Farmasi memperkenalkan portofolio produk, kapabilitas, dan teknologi kepada tenaga kefarmasian.
Ketua Umum terpilih PP IAI periode 2026–2030 Lilik Yusuf Indrajaya mengatakan transformasi profesi apoteker menjadi bagian penting dalam merespons tantangan kesehatan yang semakin kompleks.
"Profesi apoteker memiliki posisi yang semakin strategis. Kesehatan manusia, hewan, lingkungan, keamanan obat, pangan, inovasi teknologi, hingga transformasi sistem kesehatan merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan," kata Lilik.
Ia menilai kolaborasi lintas sektor antara pemangku kepentingan diperlukan untuk mendorong sistem kefarmasian yang adaptif.
Secara operasional, PYFA didukung fasilitas produksi yang menerapkan standar cara pembuatan sesuai kategori produk, termasuk Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) untuk produk obat. Portofolio PYFA Group mencakup obat resep, obat bebas (OTC), suplemen kesehatan, dan alat kesehatan.
Ke depan, PYFA akan melanjutkan investasi pada penelitian dan pengembangan (R&D) serta peningkatan kapasitas produksi untuk merespons perkembangan teknologi kesehatan. Langkah tersebut diarahkan untuk mendukung upaya pemerintah membangun kemandirian industri farmasi nasional.




