Polres Kuningan selidiki penyebab kebakaran TPSA Ciniru

antaranews.com
12 jam lalu
Cover Berita
Kuningan (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Kuningan, Jawa Barat, menyelidiki penyebab kebakaran Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPSA) Ciniru untuk memastikan terdapat unsur kesengajaan atau kelalaian dalam peristiwa tersebut.

Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama di Kuningan, Kamis, mengatakan penyelidikan dilakukan setelah proses pemadaman dan pendinginan di lokasi kebakaran selesai atau kondisinya berangsur normal.

"Saat ini kita dalam tahap pendalaman dan penyelidikan untuk mengetahui apakah ada faktor kesengajaan maupun kelalaian," katanya.

Menurut dia, petugas gabungan dari TNI, kepolisian, dan pemerintah daerah saat ini masih memprioritaskan penanganan kebakaran dengan memadamkan titik api yang tersisa di kawasan TPSA.

Bellen mengatakan proses penyelidikan dilakukan secara bertahap, agar tidak mengganggu upaya petugas dalam mengendalikan kebakaran yang masih menimbulkan kepulan asap.

"Kita fokusnya sama-sama memadamkan, ini tanggung jawab kita bersama," ujarnya.

Ia memastikan api yang berada di kawasan TPSA Ciniru saat ini, telah ditangani secara baik sehingga tidak menyebar lebih luas ke wilayah sekitar.

Baca juga: Pemkab Kuningan kerahkan tim gabungan tangani kebakaran TPSA Ciniru

Baca juga: BPBD Kuningan: 200 personel masih tangani kebakaran TPSA Ciniru

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan Indra Bayu mengatakan tim gabungan masih melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik.

Pendinginan dilakukan pada sisi selatan, utara, dan timur TPSA untuk mengurangi titik panas serta kepulan asap yang masih muncul.

"Titip api mulai berkurang, proses pendinginan sedang dilakukan," kata Indra.

Tim gabungan juga menangani api yang sempat merembet dari kawasan TPSA menuju kebun bambu milik warga untuk mencegah kebakaran meluas.

BPBD Kabupaten Kuningan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Cirebon untuk memperoleh citra menggunakan drone thermal, guna memetakan titik panas sebagai dasar menentukan operasi pemadaman berikutnya.

Penanganan kebakaran didukung kendaraan pemadam, sejumlah tangki air, dua unit ekskavator, serta empat alat pemadam sprinkler tripod dari BPBD Provinsi Jawa Barat. Dapur umum dan layanan kesehatan juga disiapkan bagi personel.

“Adapun area yang terdampak kebakaran mencapai hampir lima hektare,” ucap dia.

Baca juga: BNPB: Alat berat dikerahkan padamkan kebakaran TPA Malabar di Cilacap

Baca juga: BNPB: 1.485 jiwa terdampak kebakaran TPA Troketon Klaten


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Warisan Jadi Topik Tabu, Banyak Keluarga Kaya Belum Siap Melepas Kekayaannya
• 18 jam lalumedcom.id
thumb
Sandrinna Michelle, Andy William, dan Lazuardy Nasution Bangun Chemistry di Seindah Masa Remaja
• 18 jam laluharianfajar
thumb
Cek Harga Emas Antam Hari Ini, 1 Gram Rp2,725 Juta
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Rekap Hasil Kejuaraan Dunia BWF 2026: 5 Wakil Indonesia Lolos ke Peremat Final
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Hamdan Zoelva Nilai PPP Harus Tetap Eksis, Minta Perkuat Konsolidasi
• 12 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.