Kabut Tebal Hambat Pemadaman Karhutla di Gunung Arjuno-Welirang

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Malang: Rencana penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Arjuno-Welirang, Jawa Timur, menggunakan metode water bombing belum dapat direalisasikan. Kabut tebal di kawasan puncak membuat helikopter belum bisa diterbangkan ke titik api.

Kepala UPT Tahura Raden Soerjo Agustiningtyas Marini mengatakan satu unit helikopter telah disiagakan untuk pemadaman dari udara. Namun, kabut tebal membuat titik kebakaran tidak terlihat dari atas.

"Ada satu helikopter yang sudah standby. Tapi karena kondisi cuaca hari ini tidak memungkinkan, opsi itu kami kuatkan melalui penanganan secara manual oleh teman-teman di lapangan," kata Agustiningtyas saat dihubungi, Kamis, 20 Agustus 2026.
 

Baca Juga :

Pendakian Arjuno-Welirang Ditutup, Begini Tata Cara Reschedule Tiket

Agustiningtyas mengatakan kabut tebal menjadi kendala utama penerbangan helikopter. Kondisi itu membuat petugas kesulitan memetakan titik api secara tepat dari udara.

"Terhalang kabut, sehingga titik apinya dari atas tidak kelihatan," ujar Agustiningtyas.

Mengantisipasi kendala cuaca, pengelola mengerahkan tim darat untuk memadamkan api secara manual. Puluhan personel menuju area perbukitan dengan menggunakan alat pemukul api.

"Kami melakukan pemadaman secara manual. Teman-teman kami kirimkan untuk melakukan pemadaman dengan gepyok," tegas Agustiningtyas.


Penanganan kebakaran di kawasan Gunung Arjuno-Welirang. Dokumentasi/ UPT Tahura Raden Soerjo.


Tim pemadam telah mencapai titik panas utama sejak pagi hari. Petugas tetap disiagakan di lokasi hingga dipastikan tidak ada lagi bara api.

"Tim kami yang berangkat ke lapangan untuk melakukan pemadaman secara manual, Alhamdulillah sudah mencapai titik hotspot-nya dan melakukan upaya pemadaman. Sampai dengan hari ini upaya pemadaman sudah berjalan dengan efektif. Teman-teman tetap pada posisi melakukan pemadaman sampai dipastikan tidak ada api lagi," ungkap Agustiningtyas. Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Ditutup Sementara Pendakian Gunung Arjuno-Welirang di Jawa Timur ditutup sementara mulai 19 Agustus 2026 menyusul kebakaran hutan yang terjadi di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo. Penutupan berlaku untuk seluruh aktivitas pendakian hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Kepala UPT Tahura Raden Soerjo, Agustiningtyas Marini, membenarkan adanya kebijakan penutupan tersebut melalui pengumuman resmi bernomor 500.4.6.10/1276/123.7.2/2026. Kebijakan itu diambil setelah kebakaran hutan dilaporkan terjadi di kawasan Tahura Raden Soerjo pada 18 Agustus 2026.

"Sehubungan dengan adanya kebakaran hutan yang terjadi pada tanggal 18 Agustus 2026 dikawasan Tahura R. Soerjo, maka mulai tanggal 19 Agustus 2026 seluruh aktifitas pendakian Gunung Arjuno-Welirang ditutup sementara sampai batas waktu yang tidak ditentukan," kata Agustiningtyas, dalam keterangan resminya, Rabu 19 Agustus 2026.


Posko penanganan kebakaran di kawasan Gunung Arjuno-Welirang. (Dpkumentasi/ UPT Tahura Raden Soerjo)
Pendaki Terdampak Bisa Reschedule Penutupan ini membuat sejumlah calon pendaki yang telah mengantongi izin harus menunda keberangkatan. Pihak Tahura Raden Soerjo menyiapkan mekanisme penjadwalan ulang (reschedule) bagi pendaki yang terdampak.

Kendati demikian, pihak Tahura Raden Soerjo belum memiliki data resmi jumlah calon pendaki yang mengajukan reschedule. Pengajuan penjadwalan ulang baru dapat diproses setelah penutupan kawasan berakhir.

"Belum ada (data pendaki reschedule), karena penutupannya sampai kapan juga belum tahu. Biasanya kalau sudah dipastikan dibuka, baru mereka melakukan reschedule," jelas Agustiningtyas.

Calon pendaki diminta memantau informasi terbaru melalui media sosial resmi pengelola. Masyarakat juga diimbau tidak nekat mendaki melalui jalur ilegal demi menghindari risiko kebakaran.


Posko penanganan kebakaran di kawasan Gunung Arjuno-Welirang. (Dpkumentasi/ UPT Tahura Raden Soerjo)

Bagi para pendaki yang sudah terlanjur memesan tiket online, pihak Tahura Raden Soerjo telah menyiagakan alur reschedule atau penjadwalan ulang tanggal pendakian. Pengajuan reschedule ini baru bisa dilakukan setelah jalur pendakian resmi dibuka kembali oleh pihak pengelola.

Para pemegang tiket cukup menghubungi layanan pelanggan resmi untuk memulai prosedur pengajuan penjadwalan ulang tersebut. Pendaki dapat mengirimkan pesan ke nomor WhatsApp Customer Service Tahura Raden Soerjo di 0851 5657 9564.

Pihak Tahura Raden Soerjo mensyaratkan pengiriman format pesan khusus yang mencantumkan detail lengkap identitas dan pesanan tiket calon pendaki. Informasi yang wajib diisi meliputi nama ketua, nomor WhatsApp ketua, nomor invoice, jumlah anggota, tanggal naik sebenarnya (sesuai tiket), serta usulan tanggal reschedule.

"Halo Admin, saya ingin mengajukan reschedule tiket pendakian Arjuno-Welirang dengan detail berikut:
• Nama Ketua:
• Nomor WhatsApp Ketua:
• Nomor Invoice:
• Jumlah anggota:
• Tanggal naik sebenarnya (*sesuai tiket):
• Tanggal Reschedule:" tulis panduan resmi yang diunggah akun Instagram @tahuraradensoerjo.official.

Pendaki yang terdampak penutupan diberi waktu hingga satu tahun untuk melakukan reschedule. Penjadwalan ulang dapat dilakukan selama kuota pada tanggal yang dipilih masih tersedia.

"Pendaki dapat menjadwalkan ulang pada hari lain yang tersedia kuotanya dengan batas waktu maksimal 1 tahun terhitung dari hari pertama pembukaan pendakian," terang akun tersebut. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Purbaya Sebut Pembatasan Subsidi BBM Desil 10 Bisa Hemat Anggaran hingga 10 Persen
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Daftar Tokoh Penerima Penghargaan Bakti Koperasi Pradana Nayaka Koperasi Awards 2026
• 2 jam laludetik.com
thumb
Guru Harap Percepatan Perubahan Status Guru PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BP BUMN dan Danantara Bidik Transformasi Transportasi Nasional untuk Tingkatkan Layanan Masyarakat
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Indonesia Bidik Investasi Jerman, Proyek Energi Surya 100 GW Jadi Magnet Baru
• 7 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.