Jakarta, tvOnenews.com - Kinerja PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re mencatat perbaikan signifikan sepanjang 2025. Perusahaan reasuransi pelat merah itu membukukan laba bersih Rp176,96 miliar, melonjak dibandingkan capaian Rp27,46 miliar pada 2024.
Dengan demikian, laba bersih Indonesia Re meningkat sekitar 544 persen secara tahunan. Pada periode yang sama, total aset perusahaan tercatat mencapai Rp10,28 triliun.
Perbaikan kinerja tersebut berlangsung di tengah penerapan standar akuntansi baru, yakni PSAK 117 atau yang mengadopsi IFRS 17. Penerapan standar ini turut memengaruhi cara perusahaan menyajikan pendapatan, liabilitas, serta laba berdasarkan jasa perlindungan yang telah diberikan (service provided).
Indonesia Re menjelaskan, penerapan PSAK 117 tidak mengubah fundamental bisnis maupun arus kas perusahaan. Perubahan lebih berkaitan dengan metode pencatatan dan penyajian laporan keuangan agar lebih transparan dan selaras dengan praktik akuntansi internasional.
Dari sisi bisnis, perbaikan kinerja didukung oleh upaya perusahaan memperketat seleksi risiko dan meningkatkan disiplin dalam proses underwriting. Pada lini reasuransi umum, Indonesia Re mengoptimalkan penggunaan pricing tools berbasis data sekaligus memperkuat tata kelola underwriting dan contract wording.
Penyesuaian harga, terms dan conditions juga dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik risiko serta treaty. Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga kualitas portofolio dan memastikan risiko yang diterima memiliki tingkat profitabilitas yang terukur.
Sementara pada bisnis reasuransi jiwa, perusahaan lebih menitikberatkan pada kualitas portofolio melalui experience study, Robust Pricing, serta prinsip prudent underwriting. Evaluasi terhadap struktur retensi, ketentuan reasuransi dan profitabilitas portofolio juga dilakukan secara berkala, khususnya untuk bisnis dengan eksposur mortalitas jangka panjang.
Direktur Utama Indonesia Re, Robbi Yanuar Walid, mengatakan peningkatan kinerja tersebut dicapai di tengah tantangan yang dihadapi perusahaan sepanjang tahun lalu.
“Seluruh strategi yang kami jalankan berorientasi pada kualitas portofolio, pengelolaan risiko yang prudent, serta penguatan kapabilitas organisasi," ujar Robbi dalam keterangannya, dikutip Jumat (21/8/2026).
Hasil Investasi Ikut Naik
Selain dari aktivitas bisnis reasuransi, kinerja investasi turut memberikan kontribusi terhadap capaian perusahaan. Indonesia Re mencatatkan hasil investasi sebesar Rp427,28 miliar pada 2025, naik dari Rp335,78 miliar pada tahun sebelumnya.




