Personalisasi Jadi Tren Baru Industri Perawatan Kulit

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Perubahan perilaku konsumen turut memengaruhi perkembangan industri perawatan estetika. Konsumen kini semakin aktif mencari informasi sebelum memilih perawatan, mulai dari kandungan, teknologi, manfaat, keamanan, hingga kesesuaiannya dengan kondisi kulit.

Kondisi tersebut melahirkan istilah “skintellectual” untuk menggambarkan konsumen yang lebih memahami perawatan kulit dan tidak sekadar mengikuti tren. Mereka cenderung mempertimbangkan kebutuhan kulit sebelum menentukan treatment.

Perubahan pilihan konsumen juga terlihat pada perawatan noninvasif, termasuk treatment berbasis injeksi dan teknologi perangkat. Salah satu jenis perawatan yang masih menjadi pilihan ialah skin booster, yang digunakan dalam perawatan untuk membantu meningkatkan kualitas kulit.

Perhimpunan Dokter Estetika Indonesia memproyeksikan perkembangan industri estetika mengarah pada peningkatan kualitas kulit, pemanfaatan teknologi, serta pendekatan noninvasif dengan hasil yang terlihat alami. Skin booster dan collagen stimulator disebut berpotensi semakin diminati.

Pendekatan tersebut menempatkan kondisi dan tujuan kulit sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan perawatan. GM Marketing Euromedica Group Renny Hasibuan mengatakan perubahan perilaku konsumen terlihat dari semakin banyaknya yang mencari informasi sebelum mendatangi klinik.
 

Baca Juga :

Bawa Tren Kecantikan Korea ke Jakarta, DermaPro Hadirkan Treatment Hilowave


“Konsumen sekarang semakin skintellectual. Mereka datang bukan hanya mencari glowing skin, tetapi sudah mulai memahami ingredients, teknologi, bahkan mencari tahu treatment sebelum datang ke klinik. Semakin knowledgeable konsumennya, semakin personal pula solusi yang harus kita berikan,” ujar Renny Hasibuan, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 20 Agustus 2026.

Menurut Renny, banyaknya pilihan perawatan di pasaran membuat konsumen memiliki lebih banyak alternatif. Namun, pilihan tersebut juga membuat kebutuhan terhadap informasi mengenai kecocokan treatment menjadi semakin penting.

“Kami membuat enam kategori berdasarkan skin goals agar konsumen lebih mudah memahami kebutuhannya. Kami ingin membantu konsumen menemukan skin booster yang tepat, bukan sekadar menawarkan skin booster yang sedang populer,” tambah Renny.

Dari sisi medis, kondisi kulit setiap orang tidak selalu sama. Faktor usia, kondisi kulit, keluhan, dan tujuan perawatan dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan jenis treatment.

SKIN+ Doctor & Trainer dr Renobulan Sanusi mengatakan proses penilaian kondisi kulit menjadi bagian penting sebelum menentukan perawatan.

“Tidak ada satu skin booster yang otomatis menjadi pilihan terbaik untuk semua orang. Dua orang dapat memiliki usia yang sama tetapi kondisi kulit, concern, dan skin goals yang berbeda. Karena itu, kami melihat kondisi kulit terlebih dahulu sebelum menentukan jenis skin booster yang paling sesuai,” jelas dr Renobulan.

Ia mencontohkan, kebutuhan seseorang yang ingin memperbaiki tampilan kulit tidak selalu sama dengan orang yang memiliki masalah pigmentasi, jerawat, tekstur, tanda-tanda penuaan, atau kulit sensitif. Karena itu, perlu disesuaikan dengan kondisi dan tujuan masing-masing individu melalui penilaian oleh tenaga medis.

Selain pilihan treatment, kompetensi tenaga medis dan penerapan protokol menjadi bagian lain dalam layanan estetika. Euromedica Group memiliki Euromedica Research Lab untuk melakukan evaluasi internal terhadap treatment dan protokol. Adapun Euromedica the Academie digunakan untuk pelatihan dokter terkait pengetahuan produk, teknik, protokol, dan standar treatment.

“Pemahaman dokter terhadap kondisi kulit, karakteristik setiap skin booster, teknik, serta protokol treatment juga sangat menentukan. Karena itu, training dan standardisasi dokter menjadi bagian penting dari SKIN+Booster,” ujar dr Renobulan.

Pendekatan personal dalam perawatan estetika kemudian mendorong perubahan pola konsumen. Pemilihan treatment tidak lagi semata-mata didasarkan pada popularitas suatu produk atau prosedur, tetapi mulai diarahkan pada tujuan dan kondisi kulit masing-masing.

Renny mengatakan perubahan tersebut menjadi bagian dari perkembangan industri kecantikan yang semakin menempatkan kebutuhan individu sebagai pertimbangan.

Beauty sekarang semakin personal. Bagi kami, the future of beauty bukan tentang membuat semua orang memiliki kulit yang sama, tetapi membantu setiap orang mencapai versi terbaik dari kulitnya sesuai kebutuhan dan goal masing-masing," tutup Renny Hasibuan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Minat Olahraga Golf Semakin Besar, Apa yang Bisa Dipersiapkan oleh Para Pemula?
• 17 jam lalugrid.id
thumb
Trump Ancam Hukum Berat Negara yang Berbisnis dengan Iran
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Foto: Antisipasi Gempa Susulan, Warga Manggarai Barat Bertahan di Tenda Darurat
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Hadapi Musim Kemarau, Kemenhut Periksa Kesiapan 4 Perusahaan Cegah Karhutla
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Manfaat Mengurangi Konsumsi Gula untuk Kesehatan
• 21 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.