Makassar (ANTARA) - Kerajaan Belanda yang secara resmi menghadirkan Kantor Konsulat Kehormatan untuk Sulawesi di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan menandai babak baru dalam memperkuat hubungan bilateral Belanda-Indonesia di kawasan Indonesia Timur.
Konsul Kehormatan Kerajaan Belanda untuk Sulawesi Osco Olfriady Letunggamu menyampaikan bahwa Konsulat akan berperan sebagai jembatan aktif yang menghubungkan potensi Sulawesi dengan jaringan, pengetahuan, teknologi, serta peluang perdagangan, investasi, dan kerja sama yang lebih luas dengan Belanda.
"Di bidang ekonomi, fokus akan diberikan pada sektor pertanian, serta energi, kemaritiman, dan air," kata dia melalui keterangan resminya di Makassar, Kamis
Sementara guna meningkatkan hubungan antarmasyarakat antara Sulawesi dan Belanda juga akan diperkuat melalui kerja sama pendidikan tinggi dan berbagai kegiatan budaya.
Baca juga: Indonesia dan Kanada jajaki kerja sama baru perkuat hubungan bilateral
Secara resmi, Kantor Konsulat Kehormatan Kerajaan Belanda untuk Sulawesi telah hadir pada 18 Agustus di Kota Makassar, yang dihadiri langsung oleh Wakil Duta Besar Kedutaan Besar Kerajaan Belanda Adriaan Palm.
Adriaan Palm menyampaikan tiga prioritas utama kehadiran Belanda di Makassar, yaitu ekonomi, budaya, serta hubungan antarmasyarakat.
Ia juga mengumumkan rencana layanan visa-at-your-doorstep secara berkala di Makassar, yang memungkinkan masyarakat Sulawesi mengajukan visa Belanda secara lokal tanpa harus melakukan perjalanan ke Jakarta, Bali, atau Surabaya.
Adriaan menekankan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Uni Eropa–Indonesia (EU–Indonesia Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA) sebagai salah satu landasan penting untuk memperluas perdagangan dan investasi dua arah.
"Saat ini, Belanda merupakan investor terbesar ke delapan di Indonesia," katanya.
Baca juga: Dubes Gerritsen: Belanda siap bantu Indonesia perkuat ketahanan pangan
Sementara Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menyampaikan kehadiran Konsulat Kehormatan Kerajaan Belanda di Makassar diharapkan dapat membuka semakin banyak peluang kolaborasi, baik di bidang ekonomi, pendidikan, kebudayaan, pariwisata maupun sektor lainnya.
Menurutnya, Makassar memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang kawasan Indonesia Timur sehingga keberadaan perwakilan diplomatik tersebut dapat semakin memperkuat jejaring kerja sama internasional.
“Pemerintah Kota Makassar menyambut baik kehadiran Konsulat Kehormatan Kerajaan Belanda untuk Sulawesi. Semoga dapat menjadi jembatan yang semakin mempererat hubungan dan membuka peluang kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Aliyah Mustika Ilham.
Baca juga: Diaspora Indonesia Kembangkan Kuliner Nusantara di Belanda Bersama BNI
Konsul Kehormatan Kerajaan Belanda untuk Sulawesi Osco Olfriady Letunggamu menyampaikan bahwa Konsulat akan berperan sebagai jembatan aktif yang menghubungkan potensi Sulawesi dengan jaringan, pengetahuan, teknologi, serta peluang perdagangan, investasi, dan kerja sama yang lebih luas dengan Belanda.
"Di bidang ekonomi, fokus akan diberikan pada sektor pertanian, serta energi, kemaritiman, dan air," kata dia melalui keterangan resminya di Makassar, Kamis
Sementara guna meningkatkan hubungan antarmasyarakat antara Sulawesi dan Belanda juga akan diperkuat melalui kerja sama pendidikan tinggi dan berbagai kegiatan budaya.
Baca juga: Indonesia dan Kanada jajaki kerja sama baru perkuat hubungan bilateral
Secara resmi, Kantor Konsulat Kehormatan Kerajaan Belanda untuk Sulawesi telah hadir pada 18 Agustus di Kota Makassar, yang dihadiri langsung oleh Wakil Duta Besar Kedutaan Besar Kerajaan Belanda Adriaan Palm.
Adriaan Palm menyampaikan tiga prioritas utama kehadiran Belanda di Makassar, yaitu ekonomi, budaya, serta hubungan antarmasyarakat.
Ia juga mengumumkan rencana layanan visa-at-your-doorstep secara berkala di Makassar, yang memungkinkan masyarakat Sulawesi mengajukan visa Belanda secara lokal tanpa harus melakukan perjalanan ke Jakarta, Bali, atau Surabaya.
Adriaan menekankan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Uni Eropa–Indonesia (EU–Indonesia Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA) sebagai salah satu landasan penting untuk memperluas perdagangan dan investasi dua arah.
"Saat ini, Belanda merupakan investor terbesar ke delapan di Indonesia," katanya.
Baca juga: Dubes Gerritsen: Belanda siap bantu Indonesia perkuat ketahanan pangan
Sementara Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menyampaikan kehadiran Konsulat Kehormatan Kerajaan Belanda di Makassar diharapkan dapat membuka semakin banyak peluang kolaborasi, baik di bidang ekonomi, pendidikan, kebudayaan, pariwisata maupun sektor lainnya.
Menurutnya, Makassar memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang kawasan Indonesia Timur sehingga keberadaan perwakilan diplomatik tersebut dapat semakin memperkuat jejaring kerja sama internasional.
“Pemerintah Kota Makassar menyambut baik kehadiran Konsulat Kehormatan Kerajaan Belanda untuk Sulawesi. Semoga dapat menjadi jembatan yang semakin mempererat hubungan dan membuka peluang kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Aliyah Mustika Ilham.
Baca juga: Diaspora Indonesia Kembangkan Kuliner Nusantara di Belanda Bersama BNI





