Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi naik pada perdagangan Jumat (21/8). Seiring dengan itu, analis merekomendasikan saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Bumi Resources Tbk (BUMI) hingga PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA).
Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menyatakan IHSG memiliki peluang naik hari ini. Menurut dia, IHSG berpotensi memperpanjang wave iv hingga level 6.666 jika mampu menembus resistance Fibonacci di 6.545.
Namun, tren kenaikan dapat berakhir lebih awal jika IHSG belum mampu menembus level tersebut. “Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bullish,” tulis Ivan dalam risetnya dikutip Jumat (21/8).
Adapun level support IHSG berada di level 6.338, 6.230, 6.057 dan 5.887 sementara level resistance di level 6.545, 6.700 dan 6.835.
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.
Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.
Untuk perdagangan hari ini, Ivan merekomendasikan saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) dengan target harga ke Rp 1.770, PT Astra International Tbk (ASII) dengan target harga ke Rp 4.920.
Lalu PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dengan target harga ke Rp 1.900, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) dengan target harga ke level 600 serta PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan target harga ke Rp 5.400.
Sementara itu, tim riset BRI Danareksa memproyeksikan IHSG masih berpeluang menguat dengan support di 6.440 dan resistance pada 6.515–6.550.
Menurut riset tersebut, level 6.440 menjadi area penting untuk menjaga struktur bullish indeks meski investor perlu mewaspadai aksi ambil untung setelah penguatan signifikan.
Dari pasar global, imbal hasil US Treasury 10 tahun turun 7 basis poin menjadi 4,64%, sedangkan indeks dolar AS (DXY) melemah 0,9% ke level 98,8. Pelemahan tersebut terjadi setelah Departemen Keuangan AS meningkatkan pembelian kembali obligasi tenor panjang menjadi minimal US$ 4 miliar per operasi.
Kondisi tersebut dinilai memberikan ruang bagi aset berisiko dan pasar negara berkembang. Namun, risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) masih menunjukkan adanya risiko kenaikan suku bunga.
Di sisi lain, harga minyak Brent naik ke sekitar US$ 93,7 per barel di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Rupiah yang menguat 2,4% dari level terlemahnya di Rp 18.190 per dolar AS juga menjadi katalis positif bagi IHSG.
Tim riset BRI Danareksa merekomendasikan saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA).




