Kisah Kain Marmer® Karya Adrie Basuki Beserta Para Pengrajin Perempuannya

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Membuat selembar kain tak melulu harus dari bahan baru. Sisa pakaian atau potongan kain yang tak lagi terpakai juga bisa diberi kehidupan kedua. Hal inilah yang dilakukan Circular Fashion Designer Adrie Basuki melalui Kain Marmer®.

Gagasan tersebut berawal dari keresahan sederhana Adrie sebagai seorang desainer. Dalam proses membuat pola pakaian, selalu ada bagian kain yang tersisa dan berpotensi menjadi limbah. Namun, bagi Adrie, potongan-potongan tersebut seharusnya masih memiliki kesempatan untuk digunakan kembali.

Sebagai seseorang yang menerapkan prinsip circular fashion, ia pun mulai mencari cara agar sisa kain tersebut tidak berakhir begitu saja.

Perjalanan sisa kain hingga menjadi Kain Marmer® bukanlah proses yang singkat. Potongan-potongan kain terlebih dahulu dipilah, dicacah, dipadatkan, lalu dibentuk kembali menjadi lembaran material baru. Hasil cacahan tersebut kemudian disusun secara abstrak di atas kain tulle hingga menghasilkan motif yang menyerupai marmer.

Di balik tampilannya yang artistik, ada banyak pertimbangan yang harus dipikirkan Adrie agar material tersebut tetap nyaman ketika dikenakan. Mulai dari pemilihan jenis tulle hingga bahan perekat menjadi bagian dari proses panjang dalam mengembangkan Kain Marmer®.

“Waktu bikin Kain Marmer® ini, aku tuh bener-bener harus mikirin kayak misalnya jenis tulle yang cocok tuh apa. Lem yang cocok tuh apa,” jelas Adrie.

Eksperimen terhadap Kain Marmer® pun tidak berhenti pada bagaimana menciptakan tampilannya. Sejak 2019 hingga 2025, pakaian yang menggunakan material tersebut hanya dapat dirawat dengan metode dry clean.

Kondisi ini menjadi keresahan tersendiri karena konsumen harus memberikan effort lebih untuk merawat pakaian yang harganya juga tidak murah. Adrie kemudian kembali mencari cara agar Kain Marmer® tak hanya menarik secara visual, tetapi juga lebih mudah dirawat.

“Dulu, Kain Marmer® aku tuh (hanya bisa) dry clean. Jadi, sudah bajunya mahal, dry clean pula. Terus akhirnya kita mikirin gitu, bagaimana caranya supaya ini tuh bisa dicuci sendiri. Akhirnya di 2025 aku dan Andika Basuki (saudara kandung Adrie) membuat kain ini lebih affordable dalam perawatan,” ujar Adrie.

Kain Marmer® berasal dari hasil pengolahan berbagai jenis tekstil, mulai dari katun, poliester, hingga blended fabric—material yang menggabungkan serat alami dan sintetis. Penggunaan poliester dalam material ini juga membuka peluang bagi Adrie untuk mengolah tekstil yang lebih sulit terurai agar memiliki kehidupan baru, alih-alih berakhir sebagai limbah.

Di balik material yang terlihat seperti karya seni tersebut, ada pula cerita lain yang menjadi bagian penting dari perjalanan Kain Marmer®. Material ini telah memiliki hak cipta, tetapi bagi Adrie, hak cipta tersebut bukan semata-mata soal melindungi sebuah inovasi. Ya, ada misi yang lebih besar di baliknya.

Kepedulian terhadap pemberdayaan perempuan memang menjadi bagian dari perjalanan Kain Marmer®. Adrie mempekerjakan ibu-ibu di Bogor yang pernah terlilit pinjaman online. Di sana, ia mengajarkan mereka mulai dari membuat pattern hingga akhirnya terlibat dalam proses pembuatan Kain Marmer®.

Memandang koleksi fesyen dari Kain Marmer®

Setelah melalui berbagai proses dan eksperimen, Kain Marmer® kemudian diterjemahkan Adrie ke dalam koleksi busana ready-to-wear dengan potongan yang modern. Salah satunya hadir dalam bentuk blazer yang sekilas tampak seperti dibuat dari bahan tweed. Namun, nyatanya blazer tersebut dibuat dari sisa kain.

Karakter Kain Marmer® yang unik membuatnya mudah menjadi statement dalam sebuah penampilan. Meski demikian, desain busananya tetap dibuat versatile sehingga dapat dipadukan dengan berbagai outfit, baik untuk tampilan formal maupun kasual.

Eksplorasi Kain Marmer® juga tidak berhenti pada pakaian. Material tersebut dapat diolah menjadi aksesori seperti tas dan dompet. Motif abstrak yang menjadi ciri khasnya memberikan tampilan yang berbeda pada setiap produk.

Melalui kain ini, Adrie memperkenalkan bahasa material baru dari Indonesia yang menggabungkan warisan budaya, tanggung jawab lingkungan, dan dampak sosial dalam satu ekosistem kreatif yang saling menguatkan. Adrie pun bermimpi agar Kain Marmer® dapat menjadi recycled fabric asal Indonesia yang dikenal hingga mancanegara.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Banjir Parah Melanda Thailand, Dua Orang Tewas dan Ribuan Warga Dievakuasi
• 1 jam lalupantau.com
thumb
PSM Makassar Harus Maksimalkan Uji Coba Terakhir Melawan PSS Sleman Sore Ini
• 23 jam laluharianfajar
thumb
Laba Meroket dan Aset Tembus Rp 81,1 Triliun jadi Kado Manis Milad BSN ke-1
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Iran Makin Berani, Bakal Bergerak ke Eropa Incar Aset AS
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Gembong Narkoba Basri Ditangkap, Punya Aset Kapal-Apartemen
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.