Bogota, VIVA – Departemen Penanggulangan Risiko Bencana Nasional Kolombia (UNGRD) menyatakan sebanyak 319 orang meninggal dunia dan 4.506 terluka akibat gempa dahsyat kembar bermagnitudo 7,4 di Kolombia pada 10 Agustus lalu.
"Hingga Kamis (20/8), gempa bumi tersebut telah menyebabkan 319 orang meninggal dunia, 4.506 terluka, dan 260 masih hilang; sedangkan 364 telah diselamatkan," menurut UNGRD dalam sebuah pernyataan di platform X.
Dampak gempa bumi itu, menurut UNGRD, tercatat berada di 15 departemen dan 476 wilayah administratif negara tersebut.
Kemudian, sebanyak 153.336 keluarga dan 282.709 orang terdampak bencana tersebut. Sementara itu, 163.492 rumah mengalami kerusakan, dengan 31.461 di antaranya hancur total dan 302 gedung bertingkat runtuh.
Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella, Selasa (18/8), mengatakan kerugian langsung yang disebabkan oleh gempa bumi dahsyat itu diperkirakan mencapai 30 triliun peso atau sekitar 7,5 miliar dolar AS (setara Rp133 triliun).
"Pemodelan yang dilakukan sebuah perusahaan swasta menunjukkan kerugian fisik langsung di wilayah Choco, Valle del Cauca, Risaralda, Quindio, dan Caldas diperkirakan mencapai sekitar 30 triliun peso. Angka tersebut mencakup 24,5 triliun peso kerusakan bangunan dan 5,5 triliun peso kerusakan infrastruktur," kata Espriella dalam pernyataan resminya.
Dia menegaskan nilai tersebut masih bersifat sementara dan akan disesuaikan seiring dengan masih berlangsung proses survei di daerah terdampak. (Ant)




