Pesawat pengintai AS deklarasikan "darurat" saat dekat Selat Hormuz

antaranews.com
5 jam lalu
Cover Berita
Washington (ANTARA) - Sebuah pesawat sistem peringatan dan kendali udara (AWACS) atau pesawat pengintai jenis Boeing E-3B Sentry milik Angkatan Udara Amerika Serikat mengumumkan keadaan darurat saat terbang di atas Semenanjung Arab, dekat Teluk Persia dan Selat Hormuz.

Menurut data penerbangan yang ditelaah RIA Novosti, pesawat berusia 46 tahun itu muncul di layar radar pukul 22.40 GMT dengan kode darurat 7700 telah diaktifkan.

Pesawat itu kemudian turun dari ketinggian lebih dari 6.700 meter menjadi sekitar 5.400 meter, kemudian mulai bergerak ke arah barat meninggalkan wilayah udara di atas Teluk Oman dan Selat Hormuz menuju daratan.

Pada saat yang sama, tiga pesawat tanker pengisi bahan bakar udara jenis Boeing KC-46A Pegasus, juga milik Amerika, beroperasi di wilayah udara dekat Selat Hormuz dan Uni Emirat Arab (UEA).

Ketiga pesawat tanker tersebut sebelumnya lepas landas dari Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar dan terbang membentuk pola melingkar di atas wilayah UEA.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Trump diam-diam ganti pesawat saat di Turkiye di tengah ancaman Iran

Baca juga: Laporan: AS akan kerahkan puluhan pesawat tanker ke Israel

Baca juga: Sedikitnya tujuh pesawat militer AS terbang di Teluk Persia dan Oman



Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gempa M 3,6 Guncang Bantul DIY, BMKG Ungkap Kerusakan
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Menkop pacu modernisasi koperasi demi adaptasi perubahan zaman
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Rumah Kiai NU di Kabupaten Bandung Dirusak 3 Pria: Kaca Pecah, Meja Diinjak
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Habiskan Momen HUT ke-81 RI hanya di Vila, Ruben Onsu Akui Teringat Anak-anaknya yang Kini Belum Bisa Ditemuinya
• 9 jam lalugrid.id
thumb
Dedi Mulyadi Galang Dana Rp4 Miliar untuk Korban Bencana NTT, Gandeng Pemprov dan Pengusaha Jabar
• 22 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.