Ini Cara AI Dorong Perubahan Masyarakat dan Mendorong Ekonomi Digital

medcom.id
11 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dinilai akan semakin memperluas penetrasi teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari. AI tidak hanya membuat teknologi lebih mudah digunakan, tetapi juga membuka peluang baru bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk mengotomatisasi berbagai aktivitas.

Head of Asia Pacific GSMA Julian Gorman, mengatakan AI membuat teknologi jauh lebih mudah untuk berinteraksi. Menurutnya, perkembangan tersebut akan mendorong penggunaan teknologi hingga ke aktivitas rumah tangga dan bisnis kecil.Hal ini terjadi walaupun sejumlah aplikasi AI belum menghasilkan margin profit yang besar. 

"AI membuat teknologi sangat mudah untuk berinteraksi," ujar Julian dalam paparannya. 

Dia mencontohkan penggunaan kamera pengawas atau CCTV. Jika sebelumnya kamera hanya berfungsi merekam kondisi di suatu tempat, kini teknologi AI memungkinkan kamera menginterpretasikan apa yang dilihat secara real time.

Perkembangan serupa juga terjadi pada perangkat berbasis Internet of Things (IoT). Di Thailand, misalnya, terdapat layanan penyaringan air yang terhubung dengan jaringan operator seluler. Sistem tersebut memungkinkan penyedia layanan memantau perangkat sekaligus mengatur penggantian filter secara berkala melalui model berlangganan.

Menurut Julian, penerapan AI dan IoT juga dapat berkembang pada layanan rumah tangga lainnya, termasuk perawatan hewan peliharaan. Perangkat otomatis dapat digunakan untuk memberi makan hewan hingga menyediakan perangkat robotik yang membantu membuat hewan peliharaan tetap aktif.

AI Buka Peluang bagi UMKM

Penetrasi AI tidak hanya akan terjadi di tingkat konsumen. Teknologi tersebut juga berpotensi membantu usaha kecil dan menengah meningkatkan produktivitas.

Julian mengatakan pelaku usaha dapat memanfaatkan teknologi digital untuk menerima pembayaran, melakukan transaksi dari jarak jauh, membangun kehadiran secara online, hingga membuat materi pemasaran yang lebih menarik.

"Orang bisa menggunakan AI untuk membuat materi pemasaran yang jauh lebih menarik hanya melalui ponsel," katanya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa AI berpotensi menjadi bagian dari aktivitas bisnis sehari-hari, termasuk bagi pelaku usaha yang sebelumnya belum banyak menggunakan teknologi digital.

AI Ubah Pola Penggunaan Jaringan

Perkembangan AI juga mulai memberikan dampak terhadap industri telekomunikasi. Menurut Julian, operator tidak hanya memanfaatkan AI untuk meningkatkan layanan pelanggan, tetapi juga untuk mengoptimalkan jaringan.

AI dapat digunakan untuk mengelola operasional jaringan secara dinamis, termasuk mengatur penggunaan energi pada base station berdasarkan kebutuhan trafik.

"AI membantu membuat industri seluler menjadi lebih efisien. Bukan hanya dalam membawa data, tetapi juga dalam penggunaan energi," ujarnya.

Di sisi pengguna, meningkatnya pemanfaatan AI juga mulai mengubah karakteristik trafik jaringan. Jika era 4G banyak didominasi konsumsi video yang membutuhkan trafik downlink tinggi, penggunaan AI justru meningkatkan kebutuhan uplink.

Hal ini terjadi karena interaksi dengan layanan AI tidak hanya berupa konsumsi konten, tetapi juga melibatkan pengiriman data, seperti teks, gambar, suara, maupun dokumen kepada sistem AI.

AI Mendorong Ekonomi Digital

Julian menilai dampak AI perlu dilihat lebih luas karena teknologi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi digital.

Dia menyebut kontribusi ekonomi seluler di kawasan mencapai sekitar USD1 triliun pada tahun lalu atau sekitar 5,9% dari produk domestik bruto (PDB) regional. Kontribusi tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 6,7% dari PDB regional pada akhir dekade.

Kontribusi ekonomi seluler, lanjutnya, tidak hanya berasal dari pendapatan langsung operator telekomunikasi. Nilai yang lebih besar justru berasal dari berbagai aktivitas ekonomi yang dimungkinkan oleh konektivitas, seperti peningkatan efisiensi industri dan transaksi melalui platform perdagangan digital.

"Teknologi seluler bukan hanya soal pendapatan langsung operator, tetapi juga apa yang dimungkinkannya bagi perekonomian," jelasnya.

Dalam konteks AI, masyarakat Indonesia juga mulai mengintegrasikan teknologi tersebut ke dalam aktivitas sehari-hari, baik secara sadar maupun tidak. Akses terhadap model AI seperti ChatGPT, Gemini, maupun Claude membuat penggunaan AI semakin mudah dilakukan melalui perangkat yang sudah dimiliki masyarakat.

Namun, Julian menilai tantangan berikutnya adalah memastikan AI dapat diakses secara inklusif, termasuk mendukung berbagai bahasa yang digunakan masyarakat Indonesia.

Indonesia Mulai Masuki Era Baru 5G

Perkembangan AI juga berjalan beriringan dengan evolusi jaringan 5G. Julian mengatakan transisi menuju 6G tidak akan berlangsung seperti pergantian generasi jaringan sebelumnya.Menurutnya, evolusi dari 5G menuju 6G merupakan perjalanan bertahap yang mencakup 5G, 5G Standalone, hingga 5G Advanced.

Operator di berbagai negara kini mulai mengeksplorasi kemampuan 5G Advanced, termasuk latensi rendah dan network slicing. Teknologi tersebut mulai digunakan untuk berbagai kebutuhan konsumen maupun perusahaan.

Indonesia dinilai memiliki peluang untuk mengembangkan kasus penggunaan 5G yang sesuai dengan karakteristik ekonominya, termasuk di sektor pelabuhan dan pertambangan.

Julian mengatakan Indonesia berpotensi menciptakan solusi teknologi sendiri di era 5G, sebagaimana sebelumnya melahirkan berbagai platform digital lokal pada era 4G. Menurutnya, selain memperluas konektivitas, perkembangan teknologi juga harus diikuti dengan penguatan kepercayaan digital. Hal ini penting agar masyarakat dan dunia usaha merasa aman untuk terus mengadopsi teknologi seluler dan AI.

"Selain menghubungkan masyarakat, kita harus memastikan kepercayaan digital terlindungi dan terus berkembang agar masyarakat dan ekonomi memiliki keyakinan untuk mengadopsi teknologi seluler," pungkasnya.


 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Peringati HUT ke-81 RI, Pertagas Gelar Upacara Serentak di Enam Area Operasi
• 5 jam laludisway.id
thumb
Nadeo Argawinata Mengaku Kaget saat Persija Berminat Mendatangkannya di Bursa Transfer Pemain Jelang BRI Super League 2026/2027
• 9 jam lalubola.com
thumb
Dedi Mulyadi Soal Kunjungan ke NTT: Prinsip Orang Kesusahan, Ditengok Saja Sudah Menjadi Kebahagiaan
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Savinho Resmi Berlabuh ke Tottenham Hotspur
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
KPK Tanggapi Kabar Bupati Bogor Terima Rp 4 Miliar dari Potongan Bonus Pegawai Dispenda
• 8 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.