Jakarta: PT Pelayaran Nasional Indonesia atau Pelni (Persero) menyatakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan potongan tarif muatan barang sebesar 100 persen sehingga pengiriman bantuan kemanusiaan bagi korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) dilakukan secara gratis.
Sekretaris Perusahaan Pelni Ditto Pappilanda mengatakan kebijakan tersebut telah diterapkan pada pengangkutan bantuan kemanusiaan menggunakan kapal penumpang KM Tidar yang menurunkan logistik di Pelabuhan Lorens Say, Maumere, Kamis, 20 Agustus 2026.
"Angkutan barang bantuan secara gratis ini karena Pelni telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Perhubungan yang memberikan potongan harga 100 persen untuk tarif muatan barang di kapal penumpang," kata Ditto dihubungi di Jakarta, dilansir dari Antara, Jumat, 21 Agustus 2026.
Dia menyampaikan dengan dukungan Kementerian Perhubungan, instansi dan lembaga yang ingin mengirimkan barang bantuan ke NTT dibebaskan dari biaya tarif muatan barang alias gratis.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan yang mempercayai Pelni untuk menjalankan penugasan dalam angkutan bantuan kemanusiaan untuk NTT ini," ujarnya.
Ia menambahkan potongan harga tarif muatan barang di kapal penumpang ini telah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan nomor PM 8 Tahun 2023 tentang Tarif Batas Atas Kewajiban Pelayanan Publik Bidang Angkutan Laut Untuk Penumpang Kelas Ekonomi.
Baca Juga :
Mentan: Stok Beras untuk Korban Gempa NTT Aman hingga Akhir Tahun(Ilustrasi. Foto: Dok Pelni) Bantuan disalurkan kepada warga terdampak gempa Ditto memastikan seluruh bantuan kemanusiaan yang dipercayakan kepada perusahaan BUMN sektor pelayaran tersebut tiba dengan selamat dan dapat segera disalurkan kepada warga yang membutuhkan akibat terdampak gempa.
Diketahui, KM Tidar menurunkan 481 koli bantuan kemanusiaan dari sejumlah pihak, termasuk anak usaha Pelni, yaitu PT Sarana Bandar Nasional (SBN), PT Pelita Indonesia Djaya (PID) sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) Pelni Group.
Bantuan diserahkan langsung oleh Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut Pelni Hana Suhardi kepada Koordinator Bidang Logistik BPBD Kabupaten Sikka Yohanes Carlous.
KM Tidar tiba di Maumere membawa 481 koli bantuan dari Surabaya dan Makassar. Bagi Pelni, konektivitas laut tidak hanya berfungsi menghubungkan wilayah, tetapi juga dapat menjadi jembatan yang mengantarkan kepedulian dari berbagai daerah kepada masyarakat yang membutuhkan.
Berbagai kebutuhan prioritas korban terdampak turut diangkut melalui KM Tidar, antara lain sembako, air mineral dalam kemasan, perlengkapan mandi, obat-obatan dan perlengkapan P3K, popok bayi, susu dan makanan bayi, perlengkapan sekolah, terpal, serta tenda.
Setibanya di Maumere, bantuan diserahkan kepada BPBD untuk selanjutnya dikoordinasikan dan didistribusikan kepada masyarakat terdampak gempa di berbagai wilayah NTT sesuai kebutuhan di lapangan.
"Kami berharap bantuan ini dapat segera disalurkan dan bermanfaat bagi masyarakat NTT yang sedang menjalani masa pemulihan,” kata Hana.
Pelni bersama Pelindo dan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Kementerian Perhubungan bersinergi dengan membuka Posko Bantuan Kemanusiaan untuk NTT di area terminal penumpang di sejumlah pelabuhan.
"Bagi pihak yang ingin mengirimkan bantuan kemanusiaan ke NTT, dapat memperoleh informasi melalui Posko Bersama yang sudah tersedia di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dan Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar," kata Hana.




